Tersangka Hindari Kejaran Polisi Setelah Tahu Pelecehan di Soetta Viral

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:36 WIB
Tersangka pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap di Sumut
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho menjelaskan penangkapan tersangka pelecehan. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Kota Tangerang -

Kasus pelecehan seksual seorang perempuan inisial LNI di Bandara Soekarno-Hatta, viral di media sosial. Polisi menyebut, tersangka berupaya kabur setelah mengetahui kejadian itu viral di media sosial.

"Dugaan awalnya karena yang bersangkutan viral karena dugaan perbuatan yang dilakukan, lalu yang bersangkutan berusaha untuk tidak mematuhi hukum, yang bersangkutan berusaha agar tidak dimintai pertanggungjawaban oleh aparat kepolisian," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Yurikho menyebut, EF kabur karena tidak ingin dimintai pertanggungjawaban atas kasusnya. Namun, pelarian EF berakhir.

"Tapi alhamdulilah hari ini Jumat (25/9) tim Garuda dapat mengamankan tersangka untuk diambil keterangan," ujar Yurikho.

Yurikho mengatakan, EF ditangkap di sebuah indekos di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara. Saat ditangkap, EF sedang bersama teman wanitanya.

"Yang bersangkutan ditangkap bersama dengan seorang teman wanitanya yang berada di daerah Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, di tempat tinggal sementara atau kos-kosan," ujar Yurikho.

Tersangka EF saat ini dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan. EF telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan tersebut. Dia dijerat dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan.

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta untuk menjalani rapid test. Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia yakin tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona.

Namun, saat hasil rapid test keluar, dia dinyatakan reaktif Corona. Di sinilah korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Singkat cerita, LHI mengaku tetap dipaksa lakukan rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Tonton juga 'Ditangkap! Ini Tampang EF Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta':

[Gambas:Video 20detik]

(mei/mei)