ADVERTISEMENT

Azyumardi Azra Ancam Golput, Komisi II DPR Pastikan Pilkada Lanjut Terus

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 13:35 WIB
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengawasi pemilih di bilik suara khusus saat simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di TPS 18 Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). KPU akan menyiapkan satu bilik suara khusus di setiap TPS yang diperuntukan bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat saat pemungutan suara Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pras.
Ilustrasi simulasi pemungutan suara Pilkada 2020 di masa pandemi Corona (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Komisi II DPR menghargai sikap Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra yang memilih golput jika Pilkada 2020 tetap dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Namun demikian, Pilkada 2020 dipastikan tetap akan dilanjutkan.

"Tentu kita hargai sikap politik Prof Azra. Tapi tentu pemerintah, DPR, dan penyelenggara memutuskan Pilkada tetap lanjut kan juga ada argumentasi-argumentasinya dan sudah mengantisipasi terhadap apa yang disampaikan oleh Prof Azra juga tentang kekhawatiran terkait dengan Pilkada jadi klaster baru kan," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Saan berharap Azyumardi dapat mengurungkan rencananya untuk golput di Pilkada 2020. Keputusan untuk tidak golput dinilainya bisa memberi semangat baru dalam pelaksanaan Pilkada.

"Kita berharap seperti itu (jangan golput). Karena Prof Azra kan sosok yang dihormati, sosok yang memang berintegritas. Tentu kalau Prof Azra bisa menggunakan hak pilihnya ini juga bisa menimbulkan semangat baru buat pemilih yang lain," tuturnya.

Lebih lanjut, politikus NasDem itu berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2020. Sebab, menurutnya, partisipasi masyarakat penting untuk menentukan pemimpin yang cakap di daerahnya.

"Kita berharap agar masyarakat tetap menggunakan hak politiknya untuk memilih, karena dalam situasi seperti hari ini. Kita membutuhkan partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpin yang bagus kan, yang baik kan. Yang mampu mengatasi masalah pandemi COVID dan juga pascapandemi COVID untuk recovery berbagai persoalan akibat dampak COVID ini kan," ujar Saan.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi juga menghormati pandangan Azyumardi Azra. Politikus PPP itu mengatakan sikap tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak agar mengawal ketat protokol kesehatan COVID-19 dalam Pilkada.

"Kami menghormati pandangan beliau. Dan itu harus menjadi perhatian bagi penyelenggara dan stakeholders terkait, agar lebih maksimal mengawal protokol kesehatan COVID-19 dalam Pilkada serentak 2020 ini," kata Arwani.

"Beliau juga mengingatkan kepada kita semua bahwa keselamatan warga adalah harga mati," ucap Arwani.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT