Obral Birahi Penari Body Painting
Sabtu, 14 Jan 2006 13:01 WIB
Jakarta - Lekuk tubuh gadis-gadis itu begitu kentara di antara kilatan lampu. Tubuh putih mulus itu pun terlihat indah dengan warna-warna cerah di bagian paling indah dari tubuh perempuan. Guratan warna hijau, biru dan merah di buah dadanya makin menonjolkan lekuk buah dada para gadis yang rata-rata memiliki buah dada terbilang indah itu. Iringan musik progresive dari sang disc jockey (DJ) makin menambah marak di antara gemulaian tarian mereka. Suasana di sebuah diskotek yang berada di daerah Jakarta Selatan itu makin meriah ketika para penari ini mulai menggelar tarian erotis yang mengumbar syahwat puluhan laki-laki yang berdiri tak jauh dari "arena" para penari itu. Syahwat laki-laki mana yang tak turun naik melihat gadis-gadis cantik ini hanya dibalut oleh warna-warni cat air, tanpa helai benang di bagian buah dadanya.Ketika suasana tambah semarak, seorang penari tiba-tiba menarik seorang pengunjung untuk menari bersama. Tanpa disuruh dua kali, laki-laki berumur 30-an itu pun naik ke atas panggung dengan kondisi setengah mabuk. Dia pun menari sekenanya bersama-sama dengan empat gadis yang tubuhnya dicat dengan corak bunga, ornamen dan abstrak. Birahinya makin tinggi saat para penari itu mencium beberapa bagian tubuh laki-laki beruntung ini. Mendapat sambutan luar biasa, laki-laki itu pun tak kalah hot bergoyang sambil tangannya meraba-raba pinggang dan punggung salah satu penari.Tangannya pun mulai nakal meraba bagian sensitif para penari itu sambil mencium buah dada seorang penari. Merasa jengah dengan sikap laki-laki itu, para penari itu pun secara halus menolaknya dan meminta laki-laki dengan potongan rambut botak itu turun dari panggung. Malam itu makin larut dan merambat ke pukul 00.00 WIB dini hari. Para penari itu pun masuk ke balik panggung. Beberapa saat kemudian mereka keluar kembali dengan mengenakan sebuah baju sangat transaparan berbahan lycra transparan sehingga tetap terlihat bagian tubuhnya.Ternyata si host acara ini akan memulainya dengan acara "uncolour". Delapan penari body painting ini berdiri berjajar di panggung sambil menari. "Kita akan kuliti cewek-cewek cantik ini sampai catnya hilang," kata si host acara itu. Pengungjung pun bersorak kegirangan. Beberapa pitcher bir pun disiapkan untuk mengguyur mereka. Ritual pun pun dijalankan, satu persatu gadis penari itu diguyur dengan minuman bir. Perlahan-lahan cat air itupun pudar. Sambil tubuh mereka diguyur para penari itu menari dengan tubuh saling lekat.Tangan-tangan halus mereka pun bersama-sama menghapus bagian cat satu sama lain. Hingga bagian tubuh mereka lebih terlihat dengan jelas, dengan hanya mengenakan celana dalam ketat tanpa penutup di bagian dada. Gelaran ini bertambah panas! Penari-penari cantik itu benar-benar dikuliti, hingga semuanya tampak jelas. Pengunjung tak hanya laki-laki tapi perempuan pun bersorak dan sebagian laki-laki tampak menelan ludah dan jakunnya naik turun. Acara pun usai ketika menunjukkan pukul 01.00 WIB. Acara body painting ini memang tak saban weekend digelar. Acara ini hanya digelar ketika tempat dugem ini kebagian acara dari sponsor ataupun sebuah event organizer. Bagi para penari body painting, mereka melakukan ini bukan karena mereka memang khusus sebagai penari body painting. Mereka kebanyakan memang menjadi dancer di beberapa kafe atau club di Jakarta. Syarat mutlak bagi seorang penari body painting adalah dia memiliki lekuk tubuh yang bagus sehingga guratan cat dapat menghasilkan karya seni yang maksimal.Sebagian gadis penari melihat body painting ini sebuah karya seni dan bukan pornografi. Kendati diakui mereka, sepuhan-sepuhan kuas sang pelukis body painting di bagian tubuh mereka memberikan sensasi seks yang lumayan luar biasa. "Ya asik juga, apalagi kalau bagian buah dada dan bagian sini (sambil dia menunjuk ke arah puncak buah dadanya-red) yang kena sentuhan kuas," kata Irma, salah satu penari body painting ketika berbincang dengan detikcom pada suatu kesempatan usai perhelatan.
(mar/)











































