Antisipasi BBM Mahal, Pemda Maluku Galakkan Tanam Pohon Jarak
Sabtu, 14 Jan 2006 12:39 WIB
Ambon -
Antisipasi mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah daerah Maluku mulai menggalakan penanaman pohon jarak yang menghasilkan bahan bakar minyak. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Maluku, Hany Ohorella yang dikomfirmasi detikcom, Sabtu (14/1/2006) mengungkapkan, penanaman tanaman jarak pagar ini sedang dilakukan di Maluku. "Ini energi baru guna mengantisipasi dan menanggulangi persediaan BBM di Maluku," ujar Ohorella. Sementara ini, kata Ohorella, di tahun 2006 Pemda Maluku menyiapkan lahan 100 hektar yang tersebar di empat kabupaten sebagai pilot project, masing-masing Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kabupaten Buru dan Maluku Tenggara Barat. "Biaya proyek ini berasal dari APBD provinsi Maluku," katanya. Ohorella menjelaskan, dari sisi kontribusi bahan bakar minyak tanah tanaman jarak ini sangat membantu karena setiap dua kilogram bisa menghasilkan biodiesel dan minyak tanah sebanyak 1 liter. "Ini kalau sudah diolah akan menghasilkan 1 liter minyak. Sementara dalam 1 hektar bisa ditanam 2500 pohon jarak," ujarnya. Sedangkan dari sisi pemeliharaan, jarak merupakan tanaman liar sehingga tidak ada kesulitan dalam pemeliharaannya. Bahkan, lanjut Ohorella, biaya pemeliharaan pun relatif kecil. "Rata-rata satu hektar dengan tanaman sebanyak 2.500 pohon hanya membutukan Rp 400 ribu. Ini sekaligus dengan biaya pemeliharaannya dan jauh lebih murah dibandingkan dengan kelapa sawit," jelas dia. Untuk mensosialisasikan program ini, pemerintah daerah Maluku, kata Ohorella, meminta seluruh instansi terkait untuk terlibat. "Kami sedang mengusahakan sarana pengelolaan dan pemberdayaan tanaman jarak," ungkapnya.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































