MPR Sebut Reformasi Satuan Dana BOS Perkuat Aspek Keadilan Belajar

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 22:43 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan reformasi biaya satuan bantuan operasional sekolah (BOS) memperkuat aspek keadilan dalam kesempatan belajar di Tanah Air.

"Kebijakan yang mendorong semakin adilnya kesempatan belajar bagi setiap warga negara itu patut diapresiasi. Saya berharap aplikasi kebijakan itu di lapangan juga sesuai dengan yang diharapkan pemerintah," kata wanita yang akrab disapa Rerie itu dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja Kemendikbud dengan Komisi X DPR RI, Rabu (23/9). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam rapat kerja tersebut menyebutkan tahun depan penghitungan biaya satuan BOS akan didasarkan pada dua variabel. Variabel pertama yaitu indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistika (BPS) dan variabel kedua adalah indeks besaran peserta didik (IPD) atau indeks jumlah peserta didik per sekolah di suatu daerah.

Menurut Rerie, kebijakan yang diambil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu merupakan langkah strategis yang membuka kesempatan belajar lebih berkeadilan bagi setiap warga negara. Jika indeks kemahalan konstruksi tidak diperhatikan, lanjutnya, maka sebagian dana BOS malah akan terserap menutup kemahalan sehingga target tidak terealisasi secara optimal. Sedangkan indeks besaran peserta didik, jelas Rerie, akan menentukan efektivitas dana BOS.

"Jumlah dana BOS yang sama tentu mempunyai dampak berbeda terhadap sekolah dengan jumlah siswa yang berbeda," ujarnya.

Di masa yang akan datang, jelas Rerie, dana BOS akan berbeda di sejumlah wilayah karena adanya dua faktor tersebut. Sehingga makna keadilan dana BOS bukan pada kesamaan nilainya, tetapi justru pada perbedaannya.

Dengan perbedaan nilai dana BOS tersebut, Rerie berharap secara bertahap semua sekolah akan menemukan banyak kesamaan terutama sekolah di daerah terpencil dan sekolah di daerah perkotaan.

(akn/ega)