Ketua MPR & PARFI'56 Salurkan Bantuan untuk UMKM Pekerja Seni

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 21:36 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Persatuan Artis Film Indonesia '56 (PARFI '56) menyalurkan bantuan modal usaha kepada 21 pekerja seni yang menggeluti usaha UMKM. Bantuan tersebut disalurkan melalui 'Gerakan Bangkit Bersama Pekerja Seni.

Akibat pandemi COVID-19, banyak pekerja seni yang kehilangan pendapatan sehingga beralih menekuni UMKM. Contohnya seperti memproduksi kerajinan bambu, budidaya serangga, dan usaha kuliner seperti minuman segar hingga bir pletok.

Bantuan modal usaha tersebut sebagian besar berasal dari donasi yang terkumpul dalam Konser Amal Virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo', yang diselenggarakan MPR RI bekerja sama dengan BPIP, Indika Foundation dan KADIN Indonesia pada Minggu (17/5).

"Gerakan tersebut menjadi simbol aktualisasi karakter kebangsaan yang mengedepankan jiwa gotong royong. Gerakan ini juga memiliki pesan, pandemi tidak boleh mengendurkan semangat untuk tetap bekerja dan berkarya. Sikap optimis adalah sumber energi untuk bersama-sama bangkit dari masa-masa sulit seperti saat ini," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Acara penyaluran bantuan modal usaha kepada 21 pekerja seni itu dilakukan secara virtual pada hari ini. Dalam kesempatan itu, Bamsoet memaparkan data Koalisi Seni. Per 25 Maret 2020 tercatat ada 10 proses produksi dan rilis film, 40 konser, tur, dan festival musik, 8 pameran pada museum seni rupa, 3 pertunjukan tari serta 9 pentas teater, pantomim, dan boneka.

Seluruh kegiatan itu tertunda akibat pandemi COVID-19. Konser Amal Virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' serta Gerakan Bangkit Bersama Pekerja Seni, menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan industri ekonomi kreatif Tanah Air, agar tidak semakin terpuruk diterpa pandemi COVID-19.

"Langkah Gerakan Bangkit Bersama Pekerja Seni adalah tindakan yang tepat dan dapat dicontoh oleh berbagai institusi lain, agar dalam melaksanakan aksi solidaritas di masa pandemi juga mengedepankan prinsip kerja bersama. Kita berharap, dari gerakan ini akan lahir berbagai gerakan lainnya sehingga bisa tetap mendorong tumbuhnya industri kreatif Tanah Air sebagai benteng kebudayaan, walaupun dihadapkan pada pandemi COVID-19," tuturnya.

Ia juga menekankan masih banyak yang belum menyadari bahwa apresiasi terhadap kinerja dan karya pekerja seni adalah bentuk keberpihakan terhadap penguatan kedaulatan budaya bangsa. Menurutnya, melalui karya mereka lah ada pesan kebangsaan, mempromosikan budaya dan kearifan lokal, agar tidak terpinggirkan oleh budaya asing. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan industri ekonomi kreatif Tanah Air tidak bisa diabaikan.

"Mengatasi dampak pandemi yang bersifat multidimensional tidak mungkin hanya mengandalkan satu pihak yang secara heroik dituntut menyelesaikan seluruh persoalan. Melainkan harus dilakukan dengan usaha bersama. Seluruh elemen harus berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Pemerintah mengatur kebijakan, masyarakat mematuhi protokol kesehatan, paramedis memberikan pelayanan kesehatan, yang lapang membantu yang dalam kesempitan, dan seterusnya," pungkasnya.

Turut hadir secara virtual dalam acara tersebut antara lain, Ketua Umum PARFI '56 Marcella Zalianty, Sekjen PARFI '56 Dennis Adishwara, Ketua Pelaksana Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty, dan perwakilan KADIN Indonesia Sharmila.

(mul/ega)


Debat Capres AS