Tempat Tidur Isolasi Pasien Corona di DKI 23 September Terisi 81%

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 20:32 WIB
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.
Ilustrasi ruang perawatan pasien COVID-19. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menyebut tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit (RS) penanganan pasien COVID-19 hampir penuh. Total tempat tidur yang sudah terisi sebesar 81% atau 4.812.

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur ICU saat ini sudah mencapai 74% atau terpakai sebanyak 695. Data tersebut diperbarui per Rabu (23/9).

"Dari jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.812, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 81%. Sedangkan, dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 695, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 74%," tulis situs resmi Pemprov DKI seperti dilihat detikcom, Kamis (24/9/2020).

Pemprov DKI menyebut angka peningkatan kasus COVID-19 harus bisa ditekan. WHO merekomendasikan batas aman keterpakaian tempat tidur isolasi mandiri dan ICU minimal di bawah 60%.

"Seiring peningkatan kapasitas, tingkat keterpakaian ruang isolasi dan ICU khusus COVID dapat dijaga walaupun kasus aktif juga meningkat. Tingkat keterpakaian perlu ditekan ke angka <60% sesuai rekomendasi WHO," katanya.

Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, kasus aktif COVID-19 per 24 September 2020 sebanyak 13.232. Untuk jumlah total positif Corona hingga hari ini sebanyak 67.638 orang. Sebanyak 52.742 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa PSBB ketat hingga 11 Oktober 2020. Keputusan perpanjangan itu karena kasus COVID-19 di Jakarta masih tinggi.

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan. Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sebesar 2,5%," kata Anies melalui keterangan tertulis di situs resmi Pemprov DKI, Kamis (24/9).

(man/jbr)