Wanita SN Bantah Tawarkan Pelaku Perkosa Mahasiswi Bergilir

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 16:05 WIB
7 Orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan-detikcom).
Wanita inisial SN dan sejumlah pria lainnya saat diamankan di Polsek Panakkukang, Makassar. (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Salah seorang pelaku pemerkosaan mahasiswi inisial EA (23) secara bergilir, pria inisial MF, mengaku mendapat pernyataan tawaran 'kau mau tidak?' dari wanita inisial SN (21), yang jadi saksi dalam kasus tersebut. Polisi menyebut SN membantah pernyataan MF.

"Sesuai dengan keterangan MF, yang disampaikan oleh SN, bilang 'mau ko juga (kau mau tidak),' tapi (itu) baru keterangan MF. Baru SN bantah tidak pernah kasih keluar keterangan seperti itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal ditemui di kantornya, Jalan Pengayoman, Makassar, Kamis (24/9/2020).

Lebih lanjut Iptu Iqbal menyebut tiga orang yang telah dijadikan tersangka terbukti telah memperkosa korban EA secara bergiliran. Tapi polisi masih mendalami peran empat orang lainnya, termaksud wanita SN.

"Artinya kan tiga orang ini sudah jelas-jelas mereka melakukan persetubuhan kepada korban. Itu tidak terbantahkan lagi itu. Terkait alat bukti, kita semua lengkaplah," katanya.

Polisi hingga saat ini masih mendalami dugaan keterlibatan SN soal menawarkan pelaku untuk memperkosa korban atau memberi kesempatan kepada pelaku untuk memperkosa korban.

"Terkait dengan perbuatan lain, misalnya apakah ada yang memberikan kesempatan, memberikan peluang, kita BAP tambahan," tuturnya.

"Kalau misalnya pengembangan kepada SN atau yang lainnya juga, kalau ada kita temukan keterlibatan, pasti jerat juga," imbuhnya.

Iptu Iqbal menegaskan masih akan memeriksa empat orang lainnya, termasuk SN, yang sebelumnya sempat diamankan dan dijadikan saksi. Polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV saat peristiwa pemerkosaan terjadi.

"Jadi alat buktinya bukan hanya dari keterangan saksi, keterangan tersangka, termasuk keterangan atau petunjuk lainnya, (seperti) rekaman CCTV, keterangan saksi dari pihak hotel, keterangan dari mereka juga (orang yang ada saat kejadian)," tuturnya.

(nvl/idh)