Demo Hari Tani di Depan DPR, Tagih Reforma Agraria-Tolak Omnibus Law

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 12:34 WIB
Demo memperingati Hari Tani Nasional di depan DPR RI, Tuntut Reforma Agraria dan tolak Omnibus Law CIpta Kerja
Demo memperingati Hari Tani Nasional di depan DPR RI (Foto: Luqman Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Memperingati hari Tani Nasional, massa yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) melakukan aksi demo dengan membawa orang-orangan sawah di depan gedung DPR RI, Jakarta. Mereka menagih janji pelaksanaan reforma agraria yang masih macet.

"Kami harus tetap memastikan realisasi reforma agraria yang dijanjikan presiden dan pemerintahan, karena saat ini macet total. Dan, mohon disuarakan klaim-klaim reforma agraria, pengakuan hak atau penyelesaian konflik bagi masyarakat petani di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan itu mengalami kemacetan total. Jadi hanya artifisial di lapangan 9 juta hektare sudah direalisasikan," kata juru bicara aksi KNPA Dewi Kartika kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Dewi mengatakan, biasanya ada sekitar 5.000 petani yang demo di Ibu Kota untuk memperingati hari Tani Nasional. Namun, mereka berinisiatif menggunakan orang-orangan sawah sebagai simbol keberadaan kaum tani.

"Ini simbol karena kami di masa PSBB tentu dibatasi mobilitasnya. Biasanya di hari Tani Nasional seperti 2019 kurang lebih 5.000 kaum tadi di Jabar, Jateng, dan Banten itu masuk ke Jakarta untuk memperingati hari Tani Nasional. Sekarang ini kita tahu kondisinya sangat terbatas dan kami bersepakat komitmen kepada protokol kesehatan. Tetapi ada bahaya mengancam lebih besar," ungkap Dewi.

Dewi menjelaskan, kaum petani tetap mengalami intimidasi selama pandemi Corona. Momentum 60 tahun hari Tani ini juga digunakan untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang disebut turut merugikan kaum petani.

"Di masa pandemi di saat kita harus menaati social distancing PSBB, petani tetap diancam, diintimidasi, surat-surat intimidatif dari PTPN misalnya, kemudian pembentukan satgas-satgas hutan untuk mengintimidasi petani yang berkonflik dengan Perhutani di seluruh Jawa itu masih bekerja," kata Dewi.

"Penting momentum hari Tani ini untuk menyatakan petani juga menolak Omnibus Law karena selama ini klaim-klaim negara bahwa ini hanya masalah klaster ketenagakerjaan padahal 79 UU yang diangkut oleh Omnibus Law ada yang juga yang menyangkut hajat hidup petani, nelayan, termasuk masyarakat adat," imbuhnya.

Kelompok massa dari aktivis, buruh, dan mahasiswa melakukan aksi demo di depan DPR RI sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka membawa orang-orangan sawah dan spanduk menolak Omnibus Law serta menuntut pelaksanaan reforma agraria.

Massa yang melakukan aksi hanya dibatasi 20 orang oleh pihak kepolisian. Setelah menyampaikan orasi dan tuntutannya, mereka membubarkan diri pukul 11.25 WIB.

(lir/lir)