Antisipasi Lonjakan Pasien COVID-19, Bima Arya Siapkan 2 Skema Ini

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 10:13 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan ketersediaan tempat tidur isolasi untuk perawatan pasien COVID-19 di Kota Bogor masih dalam kondisi aman. Namun, pihaknya telah menyiapkan skema untuk mengantisipasi lonjakan pasien dengan menyiapkan tempat isolasi khusus OTG di gedung BNN Lido dan satu hotel.

"Trennya 20 kasus rata-rata perhari. Sejauh ini kita ingin pastikan ketersediaan tempat tidur (bed) aman, saat ini belum mencapai 60 persen, kalau lebih dari 60 persen dikatakan siaga menurut WHO," kata Bima Arya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Meski masih dikatakan aman, pihaknya telah meminta pimpinan rumah sakit di Bogor untuk menambah kapasitas bed, khususnya di rumah sakit rujukan Corona. Ia pun memiliki dua langkah untuk dapat memenuhi hal tersebut.

"Pertama, meminta rumah sakit menambah bed, tadi RS Hermina akan menambah 13 bed. Saya minta itu, terutama rumah sakit yang menjadi rujukan. Kedua, OTG tidak akan dirawat di rumah sakit lagi, tetapi kita titipkan di fasilitas nonlayanan kesehatan di BNN Lido, ada 122 bed," jelasnya.

Selain itu ada satu hotel yang disiapkan di Kota Bogor dan sudah diajukan ke pusat untuk dijadikan tempat isolasi khusus OTG.

"Nanti Pak Menteri Wishnutama yang akan memutuskan. Sementara memang ada dua hotel yang siap. Nanti pembiayaannya Kota Bogor mengajukan kepada satgas nasional," tuturnya.

Menurutnya jika gedung BNN dan hotel sudah bisa digunakan tempat isolasi khusus OTG, maka tidak ada lagi yang diisolasi mandiri di rumah.

Namun, menurutnya Bima yang terpenting adalah fasilitas kesehatan harus disiapkan dan mitigasi infeksi dikuatkan. Sebab, kasus klaster keluarga masih tinggi.

Saat ini Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor juga sedang membangun sistem rujukan melalui aplikasi, yakni melalui aplikasi (e-SIR) Kota Bogor dan Sistem Aplikasi Si Tegar (Sistem Informasi Tempat Tidur Ruangan Rujukan Rumah Sakit) Kabupaten Bogor.

"Pada intinya rumah sakit tidak bisa menolak pasien," tegasnya.

Pemkot Bogor akan terus memperkuat protokol kesehatan menerjunkan Tim Merpati dan Tim Elang dengan memperketat di RW-RW dan memantau warga yang sering berkegiatan keluar kota. Bima Arya juga menegaskan tenaga kesehatan sejauh ini masih memadai. Dirinya juga masih berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait hal ini.

"Saat ini banyak kasus transmisi lokal bukan lagi Imported Case. Kota Bogor zona oranye per minggu dini hari, mudah-mudahan bisa bertahan di zona oranye," pungkasnya.

Simak juga video 'Said Aqil: Orang yang Kena Covid-19 Bukan Aib':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)