Penjelasan Kemenag soal Kabar Arab Saudi Lanjutkan Umroh

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 14:04 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali (Foto: Fajar Pratama/detikcom)
Jakarta -

Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama menggelar rapat kerja. Dalam rapat tersebut nampak Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali serta pimpinan Komisi VIII DPR RI.

Dalam Kesempatan itu, Nizar Ali, menjelaskan terkait kabar Kerajaan Arab Saudi membuka kembali perjalanan ibadah umroh. Nizar mengaku pihaknya baru menerima kabar tersebut semalam.

"Saya rasa, memang ini isu aktual baru tadi malam kita terima di mana ada pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri, karena yang punya otoritas terkait dengan ini," kata Nizar dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, di MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020)

Nizar mengatakan pembukaan kembali perjalanan umroh akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama, pada 4 Oktober 2020 Kerajaan Arab Saudi hanya mengizinkan warga negara Arab Saudi dan ekspatriat untuk melakukan perjalanan Oktober 2020. Kapasitasnya pun akan dibatasi maksimal 30 persen.

"Ada tiga hal yang harus saya sampaikan pertama, pemerintah Arab Saudi itu mengizinkan warga negara Saudi dan ekspartriat yang tinggal Saudi atau mukimin untuk menunaikan ibadah umroh mulai 4 Oktober 2020. Ini dibatasi 30 persen saja, karena 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram," ujar Nizar.

Menurut Nizar, tahap kedua perjalanan umroh akan dibuka pada 18 Oktober 2020. Kapasitas jemaah akan ditingkatkan menjadi 75 persen.

"Lalu yang kedua, mengizinkan ibadah umroh dan shalat di Masjidil Haram bagi WN Saudi dan Mukimin 18 Oktober ini sebanyak 75 persen kapasitas di Masjidil Haram, artinya 15.000 jemaah umroh per hari dan 40.000 jemaah shalat maktubah per hari. Itu 75 persen tahap kedua," ujar Nizar.

Kemenag Rapat dengan Komisi VIII DPR RIKemenag Rapat dengan Komisi VIII DPR RI Foto: Rahel Narda-detikcom

Lebih lanjut, Nizar mengatakan, tahap ketiga Kerajaan Arab Saudi akan membuka perjalanan umroh bagi warga negara asing pada awal November. Layanan ini akan dibuka pada 1 November 2020 mendatang.

"Tahap yang ketiga, sudah mulai menampung dari negara lain yakni mengizinkan ibadah umroh dan salat bagi luar warga negara Saudi, mukimin dan orang dari luar negeri Saudi per 1 November 2020," tutur Nizar.

Terkait pembukaan umroh untuk warga negara asing, Nizar menjelaskan ada syarat tertentu yang ditetapkan oleh otoritas setempat. Syarat pertama adalah menunggu pandemi Corona berakhir. Kedua, hanya negara tertentu yang bisa mendapat akses umroh ke Arab Saudi.

"Tetapi ada catatannya dua. Pertama, sambil menunggu pandemi COVID-19, ini catatannya. Kedua, Kementerian Kesehatan akan merilis jadi tidak semua negara nanti akan boleh, tetapi sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi," kata Nizar.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto juga mendesak Kemenag untuk terus memberikan informasi terbaru terkait perjalanan Umroh. Ia mendapat informasi bahwa perjalanan Umroh kembali dibuka pada 1 November 2020.

"Banyak yang nanya banyak jemaah umroh nih Pak Wamen, nanti dijawab aja pak, katanya mulai 1 November. Saya nggak tahu nanti gimana supaya nanti, maksud saya Pak Dirjen PHU merangkap Sekjen, ini bisa menyiapkan informasi yang benar kepada masyarakat kita harus menyiapkan segala sesuatunya agar tidak ada carut-marut dan kendala-kendala yang berarti," ujar Yandri.

Seperti diketahui, perjalanan umroh saat ini dihentikan sementara karena ada pandemi COVID-19. Pada penyelenggaraan ibadah haji 2020, Otoritas Saudi diketahui menggelar ibadah haji terkecil dalam sejarah modern di negaranya pada akhir Juli lalu, dengan hanya 10 ribu jemaah. Padahal, pada tahun lalu jemaah haji yang datangada sekitar 2,5 juta orang.

(hel/man)