Polda Metro Luncurkan Tim Mobile Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 13:25 WIB
Polda Metro Luncurkan Tim Mobile Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan
Polda Metro luncurkan Tim Mobile Penindak COVID-19. (Sachril Agustin Berutu/detiknews)
Jakarta -

Polda Metro Jaya meluncurkan Satgas Tim Mobile Penindak COVID-19. Dengan adanya tim ini, masyarakat bisa langsung mengadukan pelanggaran protokol kesehatan kepada polisi.

"Ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dan memberi efek deteren secara persuasif, humanis, dan tegas," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Timsus ini diresmikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Peresmian ini ditandadi dengan dipakaikannya rompi timsus ke-8 orang perwakilan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan ojol. Rompi ini dipakaikan langsung oleh Kapolda dan Pangdam.

Nana menjelaskan, Satgas Tim Khusus ini merupakan gabungan dari TNI, Polri, Pemprov DKI Jakarta, Kejati DKI dan Pengadilan Tinggi dengan total personel 6.400. Satgas ini bertugas melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan di tingkat provinsi, baik secara stasioner maupun mobile.

"Jadi satgas di tingkat provinsi sebanyak 19 timsus, yang terdiri dari 12 Timsus yang bersifat stasioner dan 7 timsus bersifat mobile. Mobile yang nanti akan kita lakukan solo pos," imbuhnya.

Di tingkat Polres ada 161 timsus, dengan perincian 13 timsus mobile dan 49 timsus stasioner. Di 99 Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya ada 1-2 timsus yang melakukan operasi yustisi.

Selain melakukan penindakan di pos-pos stasioner, timsus mobile bergerak secara mobile untuk melakukan penindakan. Sehingga, begitu timsus mobile melihat ada pelanggaran protokol kesehatan, tim ini akan langsung melakukan penindakan.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa timsus ini dibentuk untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Bahwa sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan penyebaran pandemi COVID-19 ini masih tinggi. Menurut WHO wilayah kita berisiko tinggi. Dalam 1 bulan terakhir rata-rata per hari masyarakat yang tertular COVID-19 berkisar antara 900-1.000 orang. Ini tentunya sangat memprihatinkan bagi kita semua dengan banyaknya korban COVID-19 yang positif bahkan meninggal dunia," jelasnya.

"Untuk wilayah hukum Polda Metro sampai saat ini, yang meninggal sampai 1.977 orang. Ini jumlah yang cukup tinggi. Upaya satgas daerah atau provinsi DKI dan sekitarnya sudah maksimal dalam menangani penyebaran pandemi COVID-19 dengan melaksanakan upaya-upaya pencegahan, kemudian testing, tracing, dan treatment. Ini sudah kita laksanakan secara maksimal," sambungnya.

Nana mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan diharapkan dapat memutus penyebaran virus Corona.

"Kami mengharapkan masyarakat menyadari dan maksimal berdisiplin untuk mematuhi protokol kesehatan khususnya 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," tandasnya.

(mei/mei)