Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Jakarta Membaik 50 Persen saat Pandemi COVID-19

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 11:39 WIB
Emisi gas buang kendaraan kerap jadi biang kerok buruknya kualitas udara Jakarta. Jika memang demikian, pemerintah diharapkan turun tangan menanganinya.
Ilustrasi Suasana Jakarta (Foto: ANTARA FOTO)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut pandemi virus Corona (COVID-19) membuat kualitas udara di Ibu Kota membaik. Ada peningkatan kualitas udara mencapai 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Karena pandemi Covid pada 2020, telah terjadi peningkatan kualitas udara di DKI. Ditandai dengan penurunan konsentrasi rata-rata PM 2,5 bulanan di bandingkan 2019, yaitu mencapai penurunan (polusi) 14 sampai 50 persen," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, dalam webinar Peresmian Program Kemitraan Jakarta Clean Air, Rabu (22/9/2020).

Menurut Andono, Pemprov DKI Jakarta perlu memperluas kerja sama dengan beberapa lembaga untuk menangani masalah polusi. Tak hanya satu lembaga, tapi berbagai lembaga yang berbeda-beda.

"Pengelolaan kualitas udara tentunya akan lebih optimal bila dilakukan secara terpadu dengan kombinasi regulasi serta peningkatan kemitraan dari pemangku kepentingan, termasuk akademisi, masyarakat, maupun LSM untuk sama-sama berperan tingkatkan kualitas udara," ujar Andono.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Bloomberg Philanthropies, dan Vital Strategies untuk meneliti dan memperbaiki kondisi udara di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta memberi efek pada kualitas udara. Seperti di beberapa kota dengan ekonomi yang tumbuh, kualitas udara pun memburuk.

"Selama beberapa dekade belakangan ini, tingkat polusi udara di perkotaan telah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Sama halnya dengan Jakarta, polusi di Jakarta khususnya, kandungan partikular yang membahayakan kesehatan kita telah melampaui panduan yang ditetapkan WHO dan standar nasional," kata Anies dalam sambutannya.

Bagi Anies, pertumbuhan ekonomi bisa berdampingan dengan perbaikan lingkungan. Anies menyebut beberapa kota telah bisa melakukannya.

"Sudah banyak perkotaan di seluruh dunia membuktikan bahwa kita bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas udara pada saat yang bersamaan," ujarnya.

(aik/man)