Walkot Sedih Cilegon Masuk Zona Merah Corona: Masyarakat Tak Disiplin

M Iqbal - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 19:58 WIB
Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi.
Wali Kota Cilegon Edi Ariadi (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Kota Cilegon dinyatakan masuk zona risiko tinggi (merah) penyebaran virus Corona (COVID-19). Wali Kota Cilegon Edi Ariadi menyebut salah satu penyebabnya adalah masyarakat tidak berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ya tanggapannya mah sudah pasti karena ketidakdisiplinan masyarakat semua. Mungkin juga industri, mungkin juga klaster yang lain, kan gitu, banyak penyebabnya," kata Edi saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (22/9/2020).

Cilegon berubah status dari zona oranye ke zona merah per 22 September berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan.

Penyebab lain meningkatnya angka positif Corona di Cilegon adalah masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Terlebih, Cilegon sudah menerapkan PSBB tapi angka positifnya justru semakin tinggi.

"Tapi yang pasti mah protokol kesehatannya nggak dipakai, nggak diikuti," ujarnya.

Edi sedih melihat perubahan status dari zona oranye ke zona merah. Upaya yang selama ini dilakukan justru tak memperbaiki keadaan.

"Kalau tanggapan saya mah makin sedih saja dong, dari oranye ke zona merah, nggak ada perbaikan gitu lo," kata dia.

Ia merasa upaya pemerintah sejauh ini sudah maksimal. Ia malah bingung harus melakukan upaya apa lagi untuk menekan laju penyebaran virus Corona.

"Iyalah (sudah maksimal) masa sih belum maksimal saja, harus digimanain lagi," tuturnya.

Dia mengatakan pemkot bakal memperkuat penegakan terkait penerapan protokol kesehatan di Cilegon.

"Ya kan nanti-nanti yang jalan penegakan hukumlah harus diperketat," katanya.

(idn/idn)