Polri Akan Buat Hotline Khusus untuk Pelaporan Pelanggaran Protokol Corona

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 18:14 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy berikan pengarahan ke Satgas Antimafia Bola
Wakapolri Komjen Gatot Eddy (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan Polri akan menyediakan hotline khusus agar masyarakat bisa melaporkan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Hotline ini disediakan agar penerapan protokol kesehatan berjalan efektif.

"Untuk lebih mengefektifkan, nanti Polri, polda, polres, polsek akan membuat hotline-hotline. Jadi kalau masyarakat mengetahui pada titik-titik tertentu masih ada pelanggaran, kerumunan orang, dan sebagainya, silakan menyampaikan pada hotline itu," kata Gatot di Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Gatot menjelaskan laporan masyarakat lewat hotline itu nantinya akan ditindaklanjuti oleh aparat yang melakukan operasi yustisi. Polisi akan bergerak ke titik yang dilaporkan adanya pelanggaran protokol kesehatan.

"Nanti ada tim operasi yustisi yang mobile akan melakukan penindakan, akan bergerak pada titik itu. Ini langkah kita," ujar Gatot.

Gatot, yang juga Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana dari Komite Pencegahan COVID dan Percepatan Ekonomi Nasional, turut angkat bicara soal pelaksanaan operasi yustisi yang sudah berjalan sepekan. Dia menilai kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah meningkat.

"Dari seluruh kegiatan yang sudah kita laksanakan, kalau jumlah denda hampir Rp 735 juta yang sudah kita lakukan, kalau sanksi sosial itu cukup banyak, ada teguran, dan sebagainya. Kalau kita lihat di jalan-jalan, masyarakat sudah mulai tertib menggunakan masker dibanding hari pertama kita melakukan operasi ini," ungkap Gatot.

"Hari pertama tindakan kita lebih banyak dari hari-hari sekarang, bisa satu titik 100, hari ini makin lama makin berkurang. Mudah-mudahan itu menunjukkan bahwa tingkah kesadaran masyarakat khususnya dalam menggunakan masker semakin meningkat," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, operasi yustisi dalam rangka pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan COVID-19 sudah berlangsung sepekan. Selama sepekan operasi yustisi, ada 46.134 pelanggar yang ditindak dari operasi tersebut.

"Hari kemarin dari 14-20 September ini, sudah ada 46.134 orang yang sudah kita lakukan tindakan tegas dan secara persuasif-humanis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9).

(zak/zak)