Banjir dan Longsor Landa Sabang NAD
Jumat, 13 Jan 2006 23:47 WIB
Jakarta - Bencana banjir sepertinya belum berhenti di tanah air ini. Akibat hujan deras dalam beberapa hari ini, banjir bandang dan longsor menimpa beberapa kawasan di Sabang, Provinsi Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Meski beberapa unit rumah rusak parah dan ratusan rumah lainnya tertimpa runtuhan pasir dan tanah, tidak ada korban jiwa. Ada sekitar 325 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir ini. Kawasan yang terkena banjir dan longsor terjadi di Desa Anoi Itam, Balohan dan daerah wisata Iboih."Warga yang sempat mengungsi ke Polsek Balohan dan SMP 3 Sabang sudah mulai kembali ke rumahnya dan mulai membersihkan rumahnya sejak hari ini," ujar Mustaqim, salah seorang warga Sabang pada detikcom, Jumat (13/1/2006). Dua dari empat rumah yang tersapu banjir dan tertimbun longsor, disebutkan Mustaqim rusak parah.Mustaqim menambahkan, banjir dan longsor yang terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 01.00 WIB itu juga mengakibatkan sebuah jembatan putus dan beberapa sekolah rusak.Sementara itu, Walikota Sabang Sofyan yang dihubungi wartawan dari Banda Aceh mengatakan, ketiga desa yang dilanda banjir dan longsor ini merupakan daerah yang juga dihantam tsunami pada tahun lalu. "Bantuan berupa beras, mie instant, ikan dan kain sarung sudah kita bagikan kepada mereka yang tertimpa musibah," ujar Sofyan. Sofyan membantah jika pembalakan kayu liar (illegal logging) sebagai penyebab peristiwa ini. "Di Sabang sama sekali tidak ada illegal logging, bencana itu murni karena dampak hujan dan tanah dikawasan itu tidak tahan air hujan yang mengguyur kawasan itu secara terus menerus," tegasnya.Tak hanya Pemkot Sabang, bantuan juga datang dari TNI dan Pemda NAD. Penjabat Gubernur Aceh Mustafa Abubakar telah menyalurkan bantuan sebanyak 10 ton beras, kain sarung, mie. Mustafa Abubakar menambahkan pihaknya akan mencari tahu penyebab terhadinya banjir dan tanah longsor di Kota Sabang. "Karena kita memang hampir tidak percaya ternyata di Kota Sabang terjadi musibah banjir dan longsor, tapi memang ini karena hujan yang turun terus menerus selama beberapa hari, jadi tanah sudah tidak mampu menahan air," katanya.
(ddn/)











































