Satu-satunya Guru Besar Epidemiologi di Bali Meninggal karena COVID-19

Angga Riza - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 16:15 WIB
Guru besar epideomologi Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Dewa Nyoman Wirawan (Twitter @UdayanaSPH)
Guru besar epideomologi Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Dewa Nyoman Wirawan (Twitter @UdayanaSPH)
Denpasar -

Guru besar ahli epidemiologi Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Dewa Nyoman Wirawan meninggal dunia karena COVID-19. Prof Wirawan meninggal dunia pada usia 71 tahun.

Kabar duka ini dibenarkan oleh salah satu murid almarhum yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Unud, dr Fajar Manuaba. Dia mengatakan Prof Wirawan dikabarkan meninggal dunia pada hari ini sekitar pukul 03.00 Wita di RSUP Sanglah, Denpasar.

"Iya, iya, betul (meninggal) jam 3 pagi tadi di RSUP Sanglah," kata dr Manuaba saat dihubungi detikcom, Selasa (22/9/2020).

"Memang dari WA group forum dosen itu kan memang beliau kena COVID, itu kemudian kita telusur, itu katanya sih berasal dari pembantunya. Kebetulan ada anaknya menginap, sehingga akhirnya beliau terkena sama istri," ungkap Manuaba.

Saat ini istri Prof Wirawan masih dirawat di RS. "Masih, masih (dirawat), belum tahu kita perkembangannya," ujarnya.

Dia mengenang Prof Wirawan sebagai sosok yang sangat disiplin. Dia berdukacita atas meninggalnya satu-satunya guru besar epidemiologi di Bali tersebut.

"Kalau Prof Wirawan itu memang dosen saya kan, dosen Fakultas Kedokteran. Beliau sudah pensiun. Beliau kan memang expert di bidang epidemiologi di kesehatan masyarakatlah karena beliau satu-satunya guru besar epidemiologi di Bali. Kemudian beliau adalah karakter guru lama, beliau sangat disiplin. Kemudian ingin yang terbaik untuk murid-murid, kemudian tegas dia. Tapi kan memang kalau pada saat perkuliahan kan rasanya berat yang begitu setelah mereka bekerja baru merasakan disiplin itu perlu, itu profil yang saya kenang," ungkap dia.

Manuaba mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Prof Wirawan. Apalagi dalam kondisi pandemi yang saat ini.

"Justru kita kan membutuhkan ahli epidemiologi di era COVID-19 ini untuk mencegah penyebaran memberikan promosi kesehatan. Harapannya, mudah-mudahan junior-junior beliau bisa memberikan masukan kepada pemda Denpasar yang penanganan COVID ini," ucap Manuaba.

Simak video '2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)