GT Gunung Putri Tol Jagorawi Dibuka-Tutup pada 27 September-2 Oktober

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 11:29 WIB
Sejumlah ruas tol akan mengalami penyesuaian tarif hingga akhir 2019.
Ilustrasi Tol Jagorawi (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Jasa Marga memberlakukan sistem buka-tutup di GT Gunung Putri Tol Jagorawi pada Minggu (27/9) hingga Jumat (2/10). Rekayasa lalu lintas diberlakukan karena ada pekerjaan perbaikan jembatan dan rekonstruksi jalan di akses masuk Gunung Putri.

"Pekerjaan perbaikan jembatan dan rekonstruksi perkerasan dilakukan pada jalan sebelum dan setelah jembatan Gunung Putri dan akan dilaksanakan pada Minggu 27 September 2020 pukul 09.00 WIB sampai dengan Jumat 2 Oktober 2020 pukul 07.00 WIB dan langsung diberlakukan open traffic setelah selesai pekerjaan," ujar Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Irra Susiyanti dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Jasa Marga dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Selama pekerjaan berlangsung akan diberlakukan sistem buka tutup akses masuk dan keluar GT Gunung Putri secara situasional.

"Pengguna jalan yang menuju ke Jakarta dari GT Gunung Putri maupun yang menuju GT Gunung Putri dari arah Bogor, akan bergantian menggunakan lajur jalan akses menuju GT Gunung Putri dari arah Bogor," imbuhnya.

Pekerjaan ini seyogyanya dilaksanakan pada Agustus 2020 sesuai rencana perbaikan. Namun mengingat akan diberlakukan sistem buka tutup lajur, maka diperlukan koordinasi demi kenyamanan pengguna jalan.

"Kami sudah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan PT JMTM, rencananya perbaikan jembatan dan rekonstruksi perkerasan di akses masuk ini dilakukan sejak 2 bulan lalu, namun karena harus dilakukan penutupan 1 lajur dan diberlakukan sistem buka tutup lajur, demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan, kami harus memastikan persiapan yang matang," ujar General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Oemi Vierta Moerdika.

Lebih lanjut, Oemi mengatakan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan untuk peningkatan kualitas jalan dalam memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara bagi pengguna jalan. Di sisi lain, pekerjaan tersebut juga dilakukan untuk menjaga performa jalan tol agar tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

(mei/fjp)