Polisi: KKB Terus Berulah-Sebar Fitnah, Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 07:56 WIB
kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Intensitas kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, meningkat. Aparat hingga warga sipil jadi korban kekerasan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan KKB tengah mencari perhatian. Selain melakukan kekerasan, KKB disebut menyebarkan fitnah kepada TNI-Polri agar masyarakat terprovokasi.

"Dalam rentetan kasus tersebut telah jatuh korban baik itu dari anggota TNI dan warga sipil yang ada di Kabupaten Intan Jaya. Ini menjadi perhatian banyak pihak bahwa kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya merupakan kasus yang kekerasan yang tidak beradab yang dilakukan oleh KKB," kata Kombes Kamal, Senin (21/9/2020).

Terbaru, lanjutnya, KKB menyebarkan isu bahwa pendeta Yeremia Zanambani tewas ditembak pihak TNI. Dia mengatakan isu tersebut sebagai fitnah.

"KKB melalui juru bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI-lah pelaku penembakan. Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," ungkapnya.

Dia mengatakan fitnah tersebut dilempar KKB di medsos juga untuk menghasut masyarakat. Dia mengatakan rangkaian kejadian ini sudah diatur pihak KKB.

"Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. Fitnah mereka di media sosial, jelas sudah setting-an dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Umum PBB," ungkapnya.

Selain Pendeta Yeremia, seorang warga sipil bernama Badawi (49) tewas karena luka bacok yang dialaminya.

Selanjutnya
Halaman
1 2