Round-Up

Tanda Tanya di Balik Tewasnya Pendeta di Papua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 06:31 WIB
Ilustrasi Papua yang digunakan Jokowi saat sampaikan duka cita untuk korban banjir Sentani. (Dok Twitter @jokowi)
Foto: Ilustrasi Papua (Dok Twitter @jokowi)

Polda Papua juga angkat bicara mengenai penembakan pendeta Yeremia ini. Polda Papua menyatakan isu pendeta Yeremia ditembak TNI tidak benar.

"Perlu diketahui bahwa Distrik Hitadipta Kabupaten Intan Jaya tidak ada personel TNI/Polri, yang ada hanya Pos Persiapan Koramil Hitadipta di sana. Isu yang beredar bahwa kasus penembakan yang mengakibatkan Pendeta Yeremia Zanambani dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (21/9).

Kamal menyebut pihak KKB memang sengaja menyebarkan isu yang menyatakan bahwa pendeta Yeremia ditembak oleh TNI. Menurutnya, itu dilakukan untuk mencari perhatian jelang Sidang Umum PBB.

"Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah setting-an KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB," sebut Kamal.

"Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. Fitnah mereka di media sosial, jelas sudah settingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Umum PBB," sambungnya.

Kamal juga memastikan bahwa pihaknya akan menyelidiki kasus kematian pendeta Yeremia. Polisi, sebut dia, akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami akan melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab kematian pendeta Yeremia Zanambani," terangnya.

Halaman

(knv/knv)