Round-Up

Praperadilan Dipilih Jenderal Bintang Dua demi Gugur Status Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 21:31 WIB
Mantan Kadiv Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte di Bareskrim
Mantan Kadiv Hubinter Polri yang kini tersangka penerima suap dari Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte mengambil langkah praperadilan atas kasus dugaan penerimaan suap yang menjerat dirinya. Jenderal bintang dua itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terpidana Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Praperadilan Irjen Napoleon terdaftar dengan nomor perkara 115/Pid.Pra/2020/PN JKT.SEL di PN Jakarta Selatan. Sidang diagendakan hari ini, Senin (21/9/2020), tapi ditunda.

"Hari ini saya sudah hadir, tapi yang berurusan belum hadir. Kalau tidak punya bukti ya harusnya dihentikan penyidikan, kecuali punya bukti harusnya datang," kata Irjen Napoleon siang tadi.

Sidang dilanjutkan pada Senin (28/9). Sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan surat permohonan.

Irjen Napoleon berharap sidang praperadilan selanjutnya bisa segera dimulai. Dia juga berharap sidang berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Irjen Napoleon BonaparteIrjen Napoleon Bonaparte (Sachril/detikcom)

"(Harapan sidang) berjalan sesuai dengan amar hukum," ucap Napoleon.

Polri menjelaskan alasan pihaknya absen dalam sidang praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte. Tim penyidik Polri mengaku terkendala koordinasi sebelum menghadiri sidang praperadilan tersebut.

"Terkait praperadilan yang diajukan tersangka NB dan pengacaranya memang betul sesuai Pengadilan Jaksel bahwasanya hari ini sebenarnya kita menghadapi praperadilan dari tersangka NB dan pengacaranya. Namun perlu rekan-rekan ketahui, tim perlu koordinasi dan duduk bersama sehingga hari ini belum bisa menghadiri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin sore.

Awi menyampaikan, Polri akan hadir dalam jadwal sidang praperadilan berikutnya. "Tentunya, di lain waktu minggu depan sesuai dengan panggilan berikutnya tentunya tim akan siap untuk menghadapi praperadilan tersebut," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3