Polri: Banyak CCTV di Lantai 6 Kejagung Rusak Terbakar

Kadek Melda - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 21:18 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono
Awi Setiyono (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Tim penyidik Bareskrim Polri masih terus mendalami kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Polri menyebut banyak CCTV di lantai 6 gedung tersebut rusak terbakar.

"Banyak videonya yang terbakar. Banyak yang rusak (CCTV) di lantai 6," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/9/2020).

"Saya nggak bisa bilang yang mana, tapi banyak yang rusak," jelasnya.

Untuk diketahui, tim penyidik gabungan Bareskrim Polri memeriksa 12 saksi terkait kasus kebakaran gedung utama Kejagung siang tadi. Para saksi tersebut merupakan bagian dari 131 saksi yang sebelumnya sudah pernah diperiksa, dari tukang bangunan hingga petugas cleaning service.

"Hari Senin (21/09) pukul 13.00 WIB, tim penyidik gabungan Polri, kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung memeriksa 12 (dua belas) saksi (bagian dari 131 orang yang pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat.

"Saksi yang diperiksa adalah saksi yang berada di gedung utama ketika terjadi kebakaran, baik berasal dari luar Kejaksaan (tukang) maupun yang berasal dari dalam Kejaksaan (seperti Pramubakti dan cleaning service)," lanjutnya.

Ferdy mengatakan tim penyidik juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejagung. Surat diterbitkan pada Jumat pekan lalu.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebelumnya pun menyebut adanya dugaan unsur pidana yang dilakukan terkait kebakaran tersebut. Sejauh ini, 131 saksi sudah diperiksa atas peristiwa tersebut. Sumber api diduga berasal dari open flame atau nyala api terbuka.

"Kita akan segera melakukan penyidikan, lakukan pemeriksaan terhadap potensial, potential suspect, saksi, yang kemudian bisa kita tingkatkan menjadi tersangka dan secepatnya kita akan rilis," ucap Listyo.

Kebakaran di gedung Kejagung terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.15 WIB malam. Api pun disebut berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian, yang kemudian menjalar ke seluruh gedung utama Kejaksaan Agung.

(knv/knv)