Wakapolri soal Seragam Satpam Mirip Polisi: Bangun Kebanggaan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 16:13 WIB
Jaksa Agung-Polri-Ketua KPK Hadir Virtual Saat Rapat
Rapat kerja Komisi III DPR dengan Wakapolri yang hadir secara virtual. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono membahas anggaran Polri tahun 2021. Dalam rapat tersebut, Komisi III DPR RI juga menyoroti isu munculnya Pam Swakarsa.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI Supriansa saat rapat di MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). Dalam pernyataannya, Supriansa mengkhawatirkan perubahan warna seragam petugas satpam yang mirip seragam polisi dapat berpotensi membuat petugas satpam melakukan tindakan yang sewenang-wenang kepada masyarakat.

"Sebagaimana yang terjadi di dalam berita di tengah masyarakat banyak yang mempersoalkan soal baju Pam Swakarsa yang sebagaimana undang-undang atau Peraturan Kepolisian Nomor 4 (tahun) 2020. Di situ dijelaskan tentang Pam Swakarsa di mana bajunya kan mirip baju polisi," kata Supriansa.

"Apakah sudah pernah dipikirkan Pak Wakapolri kemarin-kemarin ini kan.. sedangkan dia (satpam) jauh dari model bajunya dengan polisi, kadang ditemukan ada security atau satpam yang bertindak seakan-akan polisi.. ada dua keinginannya, menakuti masyarakat dan ada juga mungkin hal-hal lain. Ini patut juga kita sampaikan karena bisa kejadian seperti itu," sambung politikus Partai Golkar ini.

Supriansa meminta polisi melakukan antisipasi apabila ada petugas satpam yang menyalahgunakan kewenangan yang telah diberikan dalam aturan terkait Pam Swakarsa.

"Jangan sampai Pak Wakapolri, ini bertindak seakan-akan, ini mumpung kalau kira-kira bisa terjadinya tindak pidana atau kriminal. Tapi kalau dia sendiri yang tidak bisa menahan godaan sehingga seakan-akan bertindak sebagai polisi lalu mendapatkan sesuatu dari masyarakat. Itu yang patut diantisipasi di lapangan," ujar Supriansa.

Dalam rapat itu, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang hadir secara virtual menjelaskan sejarah singkat kelahiran satpam. Menurutnya, satpam hadir guna membantu Polri dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian terbatas.

"Tadi juga ada pertanyaan dari pak Supriansa soal Pam Swakarsa ini. Jadi kami jelaskan secara historis bahwa kelahiran satpam pernah membantu Polri dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian terbatas," kata Gatot.

Menurutnya, hal ini juga tertuang secara sah dalam undang-undang. Khususnya dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 dan PP Nomor 43 Tahun 2012.

"Nah tentunya mengapa memasukkan ini dalam aturan kepolisian? Nah ini merupakan penjabaran daripada UU itu sendiri," sebut Gatot.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan tujuan dari perubahan warna seragam satpam. Menurutnya, hal itu dilakukan agar menumbuhkan sinergitas serta kebanggaan profesi satpam sebagai bagian yang membantu kepolisian dengan tugas terbatas.

"Kenapa kok pakaiannya sama?' Sebenarnya membangun ini kedekatan kondisional dan upaya membangun sinergitas antara Polri dan satpam sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas. Kemudian membangun kebanggaan dan kemuliaan profesi satpam sebagai pengemban kepolisian terbatas kemudian mencipta efek jera dengan penggelaran satpam di masyarakat," tuturnya.

Selain itu, Gatot menjelaskan Polri juga melakukan langkah antisipasi untuk mencegah munculnya penyalahgunaan wewenang di kalangan satpam. Polri telah menyiapkan pelatihan serta aplikasi khusus yang memasukkan seluruh data satpam.

"Dalam hal ini polisi sudah melakukan langkah-langkah antisipasi nya. Pertama adalah Polri membangun aplikasi binmas online system yang berisi data tentang data satpam dan sistem laporannya, sehingga kita mengetahui siapa satpam itu, kita bisa mengetahui secara langsung, dan satpam dibentuk pelatihan dan diberi ijazah," ungkap Gatot.

(hel/elz)