Bertambah, 108.880 Kasus Suspek Corona Dipantau Per 21 September

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:47 WIB
Petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Bukit Duri, Jakarta menyelesaikan pembuatan mural tentang Covid-19, Jakarta, Selasa  (11/8/2020). Jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta per Senin (10/8/2020) adalah 26.162 orang. Angka ini tertinggi di Indonesia. Dari total kasus positif itu, 16.446 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 940 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 8.807 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.
Ilustrasi Corona (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah terus memperbarui perkembangan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Pada hari ini sebanyak 108 ribu suspek Corona dipantau oleh pemerintah.

Berdasarkan data di situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (21/9/2020), pemerintah memantau 108.880 suspek Corona hari ini. Angka ini meningkat dari jumlah suspek yang dipantau pada Minggu (20/9) sebanyak 107.370 orang. Data suspek tersebut terus diperbarui secara berkala oleh pemerintah setiap hari pukul 12.00 WIB.

Kemudian hari ini, kasus positif Corona kembali menyentuh angka 4.000-an. Tercatat sebanyak 4.176 orang dinyatakan positif Corona sehingga total mencapai 248.852 orang.

Selain itu, pasien sembuh dari Corona bertambah per hari ini sebanyak 3.470 orang menjadi 180.797 orang. Kemudian pasien yang meninggal karena Corona juga bertambah 124 orang sehingga totalnya menjadi 9.677 orang.

Pemerintah juga memeriksa 27.525 spesimen pada hari ini. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, didapatkan 108.880 orang suspek Corona dan 4.176 orang dinyatakan positif Corona.

Istilah 'suspek' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek Corona:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

(maa/knv)