Korban Ungkap Pencabulan Oknum Polantas: Diancam Tilang Lalu Dibawa ke Hotel

Adi Saputro - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:11 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual. (iStock)
Pontianak -

Seorang gadis ABG diduga dicabuli oknum polisi di Satuan Lalu Lintas Satlantas Polresta Pontianak, Brigadir DY. Pelajar SMP kelas IX itu menceritakan peristiwa tersebut.

Korban mengatakan peristiwa itu terjadi Selasa (15/9/2020). Saat itu dia diberhentikan karena tidak memakai helm dan masker.

"Pertama itu saya pergi mau pasang behel (gigi), selesai pasang behel kami rencana pergi ke mau ke TPI, pas di simpang lampu merah kami kena tilang dengan oknum polisi. Kunci motor diambil, sepeda motornya diseret ke pos polisi, setiba di pos polisi ditanya sama oknum polisi, kenapa nggak pakai helm?, Kami tak ada helm," tutur korban dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (19/9/2020.

Setelah itu, oknum polisi Brigadir DY itu memaparkan kesalahan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan korban dan kerabatnya. Untuk diketahui, posisi korban saat itu dibonceng, bukan sebagai pengendara motor.

Kemudian, oknum polisi itu menyebutkan kesalahan korban ada empat, yakni tidak pakai helm, tidak pakai masker, pelat nomor tidak dipasang, dan STNK sudah mati. Lalu korban dan kakaknya ditanya oknum petugas ini lagi.

"'Dari satu pelanggaran, tahu ndak dendanya ada berapa', kami tak tahu. 'Tapi oknum anggota ini menyebutkan satu denda mencapai Rp 200 ribu lebih," ujar korban menirukan percakapan dengan pelaku.

Pengendara dan korban kemudian dipanggil oknum polisi itu dan diajak berbicara di dalam pos. Kejanggalan mulai terjadi. Kakak korban yang merupakan pengendara malah diminta keluar dari pos polisi. Sedangkan korban masih berada di dalam pos polisi.

"Saya sendirian di dalam pos, terus saya ditanya sama dia (oknum polisi) 'mau ditilang ndak'? Saya jawab tidak," ujarnya.

Kejanggalan terus terjadi. Kakak korban yang merupakan pengendara malah disuruh pulang. Sedangkan korban diajak diajak ke salah satu tempat oleh oknum polisi itu. Tapi sebelum menuju ke tempat yang dimaksud, korban kembali ditanya.

"'Mau ditilang ndak?' Ndak jawab saya. Terus saya bilang, om boleh pinjam motor ndak, mau ambil duit, terus om (oknum polisi) menjawab 'tidak bisa', Selanjutnya saya dibawa oknum ini pergi setelah menyuruh kakak pergi," kata korban.

Selanjutnya, oknum polisi mengajak korban pergi dengan sepeda motornya yang tujuannya tidak diketahui.

"Ternyata saya dibawa ke hotel, setiba di sana saya disuruh naik dulu, dia masih di bawah dan menyusul ke atas. Kemudian dia buka pintu kamar, masuk dan matikan lampu kamar hotel. Saya diberi minum bekas dia. Setelah itu saya ngantuk, setengah sadar," beber korban.

Selanjutnya, singkat kata, terjadilah pencabulan itu. Saat itu oknum itu berpakaian kaos bertuliskan polisi. Sementara korban tak tahu harus berbuat apa termasuk meminta pertolongan ke siapa.

Setelah melampiaskan nafsunya, oknum polisi itu kembali berpakaian dan meninggalkan korban seorang diri di kamar.

"Janjinya mau datang lagi, dan jemput. Sampai pukul 04.00 sore itu, tak muncul lagi dan akhirnya kakak yang menjemput," ujarnya.

Tonton video 'Bejat! Bocah SD di Mamasa Jadi Korban Pencabulan Pamannya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2