Longsor Landa 3 Kampung di Purwakarta, 1 Warga Tewas
Jumat, 13 Jan 2006 15:46 WIB
Purwakarta -
Longsor kembali di Tanah Air. Kali ini terjadi di Purwakarta, Jawa Barat. Setidaknya tiga kampung jadi korban dan satu orang tewas.Musibah ini dipicu hujan deras diiringi angin besar serta gemuruh yang berlangsung di sekitar Gunung Lembu pada Kamis (12/1/2006) pukul 16.30 WIB. Angin dan gemuruh hanya berlangsung 10 menit. Namun hujan baru berhenti 18.00 WIB.Kencang dan lamanya hujan itu mendorong terjadinya longsor yang menimpa Kampung Palinggihan, Kampung Sindanglaya, dan Kampung Kebon Cawu. "Setelah itu ada tiga ledakan besar dan menyebabkan dari atas (Gunung Lembu) turun air deras, disertai dengan batu besar, robohan pohon dan bambu," kata Muhtar, warga RT 08 RW 04 Desa Panyindangan, Kampung Palinggihan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, yang rumahnya turut hancur. Berdasarkan pemantauan detikcom di lokasi, ukuran batu longsoran Gunung Lembu berdiameter 2,5 meter. Selain itu juga tampak batu-batu kecil berserakan di kampung tersebut. Terlihat juga tiga rumah permanen dan dua rumah bilik hancur karena lokasinya yang berada persis di dekat Gunung Lembu. "Pas kejadian saya langsung beristighfar tiga kali dan langsung teringat bencana tsunami di Aceh dan longsor di Banjarnegara," kenang Muhtar.Menurut Muhtar, hingga saat ini ada dua ekor lembu milik warga yang dinyatakan hilang dan lima hektar sawah rusak. "TV, radio, VCD player, sound system, lemari, perabot dapur dan kasur juga terbawa aliran air dari Gunung Lembu menuju Sungai Cisoka," tuturnya."Atas kesepakatan warga, 52 kepala keluarga yang ada di desa ini mengungsi dulu ke kampung Cilimus, Cisoka dan Juntikrak," imbuhnya. Petugas perangkat desa hingga berita ini diturunkan pukul 15.50 WIB, sudah tampak di lokasi.Syangnya mereka belum membawa bantuan. Posko korban bencana juga belum berdiri.Petugas-petugas berseragam hanya duduk-duduk di warung makan. Sedang warga mulai mengangkut perabotannya yang masih tersisa dengan menggunakan karung warna putih di pundak dan ada juga yang menggotongnya memakai bambu.Lokasi longsoran di Desa Panyindangan agak jauh dari jalan utama Purwakarta-Bandung. Jauhnya sekitar 10 km. Sedang dari jalan utama kampung sekitar 1-2 km dengan kondisi menuju lokasi banyak terdapat batu-batu curam."Dulu pernah terjadi longsor tahun 1961, tapi waktu itu kecil. Saya juga heran kenapa airnya menjadi besar," kata Muhtar. Sementara, longsor di Kampung Sindanglaya menewakan satu orang korban jiwa.
(ndr/)










































