Kejagung Dapat Tambahan Anggaran Rp 350 M untuk Bangun Gedung Utama

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 13:53 WIB
Polisi olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung (Foto: Rahel/detikcom)
Foto: Gedung Kejagung yang terbakar. (Foto: Rahel/detikcom).
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta tambahan Rp 400 miliar untuk membangun kembali gedung utama yang mengalami kebakaran. Komisi III DPR menyetujui penambahan sebesar Rp 350 miliar.

"Usulan tambahan anggaran pada pagu alokasi anggaran tahun anggaran 2021. Pada rapat kerja sebelumnya yaitu pada Senin tanggal 14 September 202, kejaksaan telah menyampaikan usulan tambahan untuk tahun 2021 yaitu sebesar Rp 400 miliar untuk pembangunan kembali fisik, konstruksi, listrik gedung utama kejaksaan yang terbakar pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). Jaksa Agung hadir secara virtual.

Adapun pagu anggaran untuk Kejagung pada Tahun Anggaran (TA) 2021 sebesar Rp 9,243 Triliun. Menurut Burhanuddin, pembangunan gedung utama Kejagung yang terbakar sangat mendesak untuk dipenuhi.

"Karena kebakaran menimbulkan kerusakan berat pada bangunan gedung tempat tugas jaksa agung dan kemudian wakil jaksa agung," tuturnya.

Komisi III DPR pun menyetujui adanya tambahan untuk pembangunan gedung utama Kejagung. Hanya saja, tidak seperti yang diajukan oleh Kejagung sebesar Rp 400 M, melainkan Rp 350 M.

"Kejaksaan Agung RI pagu anggaran 2021 sebesar Rp 9.243 triliun. Tambahan belanja sebesar Rp 350 miliar. Pagu APBN 2021 disetujui menjadi Rp 9.593 triliun," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir yang memimpin raker soal anggaran Kejagung, Polri, dan KPK hari ini.

Adies menyebut, Komisi III menyetujui penambahan anggaran ketiga instansi itu. Total anggaran untuk Kejagung menjadi Rp Rp 9.593 triliun untuk TA 2021.

"Jadi pada pembahasan lalu pada prinsipnya komisi III menyetujui tambahan anggaran dari Kejaksaan Agung, dari Polri dan juga dari KPK dengan harapan dengan penambahan ini kinerja-kinerja terhadap penegakan hukum semakin baik dan bisa dirasakan masyarakat," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung mengajukan anggaran sebesar Rp 400 miliar khusus untuk pembangunan Gedung Utama. Untuk diketahui, Gedung Utama Kejagung terbakar habis saat peristiwa kebakaran bulan lalu.

"Sehubungan dengan terjadinya musibah kebakaran pada tanggal 22 Agustus 2020 yang mengakibatkan kerusakan berat pada seluruh bangunan gedung utama kejaksaan sehingga mengganggu kelancaran tugas pokok, maka diperlukan pembangunan kembali gedung tersebut," kata Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimiladi, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (14/9).

"Oleh karena itu kejaksaan memohon kiranya Komisi III DPR dapat mendukung dan menyetujui tambahan anggaran di tahun 2021 sebesar Rp 400 miliar untuk pembangunan kembali gedung utama kejaksaan," lanjut Setia.

Dalam rapat bersama Komisi III DPR, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menyampaikan usulan tambahan anggaran untuk program kerja tahun 2021 sebesar sebesar Rp 19,668 triliun.

Pagu anggaran Polri yang ditetapkan Kementerian Keuangan saat ini Rp 111,975 triliun. Usulan itu sudah disampaikan ke Kemenkeu dan Kementerian PPN/Bappenas.

Selain itu, Ketua KPK Firli Bahuri meminta tambahan anggaran sebesar Rp 825 miliar. KPK menyebut pagu indikatif yang ditentukan Kementerian Keuangan tidak sesuai dengan yang diusulkan.

"Kita sangat berharap karena terjadi ada ketimpangan kekurangan anggaran kurang lebih sebesar Rp 825.092.000.000," kata Firli, saat rapat bersama Komisi III DPR, di kompleks Parlemen, Senin (14/9).

(hel/elz)