Tolak Sejarah Jadi Pelajaran Pilihan, Asosiasi Guru: Sejarah Itu Keharusan

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 11:40 WIB
Hanya ada 30 dari seratusan SMA di Jakarta yang melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2015 berbasis komputer. Salah satu sekolah favorit seperti SMA Negeri 8 Jakarta termasuk yang tak melaksanakan UN 2015 dengan Computer Base Test (CBT). Sebanyak 344 siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) secara manual di SMA Negeri 8 Jakarta.
Gambar ilustrasi siswa SMA (Hasan Alhabshy/detikcom)
Jakarta -

Mata pelajaran sejarah hilang dari daftar mata pelajaran wajib dalam dokumen penyederhanaan kurikulum. Asosiasi Guru Sejarah Indonesia merasa kecolongan.

"Jujur, saya pribadi merasa kecolongan. Saya pribadi merasa, kok seperti ini situasinya?" kata ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, Sumardiansyah Perdana Kusuma, kepada detikcom, Senin (21/9/2020).

Sumardiansyah menjelaskan, dirinya juga merupakan bagian dari tim penyederhanaan kurikulum, namun dia sendiri tidak mendapat sosialisasi langsung mengenai draf itu. Dia baru tahu setelah draf itu beredar luas di kalangan eksternal.

Draf yang dia maksud adalah dokumen digital dengan sampul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Judulnya, 'Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional', tertanggal 25 Agustus 2020.

"Biarpun masih berupa draf, Mas Menteri (menyebut Mendikbud Nadiem Makarim), namun kami melakukan berbagai tindakan preventif mencegah agar draf itu tidak menjadi satu keputusan final. Pada waktunya nanti kami siap berdialog memberikan kajian-kajian, pandangan-pandangan, untuk bisa memperkuat mengenai posisi mata pelajaran sejarah dalam pembentukan karakter generasi masa depan kita," tuturnya.

Bukan hilang, tapi bergeser

Sumardiansyah menjelaskan ada kesalahpahaman yang muncul terhadap isu mata pelajaran sejarah ini. Mengacu pada draf yang beredar itu, pelajaran sejarah bukannya dihapus namun lebih tepat adalah bergeser dari mata pelajaran wajib (mata pelajaran dasar) menjadi mata pelajaran pilihan.

"Kita tidak pernah bilang bahwa mata pelajaran itu menjadi hilang, tapi yang tepat konteksnya adalah posisinya bergeser di jenjang SMA, yakni dari kelompok wajib menjadi pilihan. Dia menjadi pilihan di kelas 11 dan 12 SMA," tutur Sumardiansyah.

Begini perbandingannya:

SMA

Kelas 10
Kurikulum 2013 (sekarang):
Sejarah Indonesia

Kurikukulum Penyederhanaan (draf):
IPS (Sejarah termasuk dalam sistem blok mapel IPS)

Kelas 11
Kurikulum 2013 (sekarang):
IPS: Sejarah Indonesia + Sejarah Peminatan
IPA: Sejarah Indonesia

Kurikulum Penyederhanaan (draf):
IPS: Sejarah (menjadi 1 dari 5 mapel pilihan, tiap siswa wajib ambil 3 mapel pilihan)
IPA: - (tidak ada pilihan mapel Sejarah)

Kelas 12
Kurikulum 2013 (sekarang):
IPS: Sejarah Indonesia + Sejarah Peminatan
IPA: Sejarah Indonesia

Kurikulum Penyederhanaan (draf):
IPS: Sejarah (menjadi 1 dari 5 mapel pilihan, tiap siswa wajib ambil 3 mapel pilihan)
IPA: - (tidak ada pilihan mapel Sejarah)

Selanjutnya
Halaman
1 2