Operasi Yustisi Aturan 50% Penumpang di Jakpus, 26 Angkutan Umum Ditindak

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 11:24 WIB
Operasi yustisi di Tanah Abang
Operasi yustisi di Tanah Abang (Yogi Ernes)
Jakarta -

Total ada 26 sopir angkutan umum di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditindak petugas karena melanggar protokol kesehatan. Angkutan umum tersebut ditindak karena mengangkut penumpang melebihi 50 persen dari kapasitas kendaraan.

"Dari pagi pelanggaran dari jam 08.00 WIB ada 24 angkot dan 2 bajaj yang melanggar kemudian total semuanya 26," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo kepada wartawan di lokasi operasi, Jl Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020).

Sambodo menerangkan, para sopir angkutan umum yang melanggar hanya diberikan surat peringatan. Namun, jika sopir angkot tersebut kembali melakukan pelanggaran, maka operator yang akan kena denda.

"Mengenai sanksinya sendiri memang di dalam Pergub 79 sanskinya tidak ditunjukkan kepada driver, tapi sanksi ditunjukkan kepada pelaku usaha. Artinya pemilik dari angkutan tersebut," ujar Sambodo.

Sambodo melanjutkan tiap sopir kendaraan umum yang telah tercatat melanggar hari ini, nantinya akan terdata di database pelanggar aturan operasi yustisi tersebut.

Untuk itu Sambodo menegaskan tiap sopir yang terbukti melakukan pelanggaran serupa, maka akan ada denda yang ditunjukkan kepada operator angkutan umum.

"Bila ada pelanggaran pertama akan diberikan peringatan tertulis. Kalau ada pelanggaran berikutnya dendanya bisa Rp 50 juta, pelanggaran berikutnya Rp 100 juta dan selanjutnya lagi ketiga dan keempat Rp 150 juta," jelasnya.

Lebih lanjut Sambodo mengatakan pihaknya bersama Pemprov DKI juga bisa mencabut izin usaha operator angkutan tersebut jika dalam waktu seminggu tidak menindaklanjuti pembayaran denda tersebut.

"Dan kalau denda itu tidak terbayar maka si pemerintah, dalam hal ini Pemda DKI berhak mencabut izin usaha. Itu kita lakukan untuk menghindari klaster baru di angkutan umum," pungkas Sambodo.

(mei/mei)