Terus Ditekan, Iran Balik Ngancam
Jumat, 13 Jan 2006 14:52 WIB
Jakarta - Menghadapi tekanan internasional, pemerintah Iran tidak tinggal diam. Negara republik Islam itu balik mengancam akan menghentikan kerjasama sukarela dengan PBB menyangkut program nuklirnya. Termasuk mengakhiri pemeriksaan lokasi atom oleh PBB.Hal itu akan dilakukan Iran jika isu nuklirnya diadukan ke Dewan Keamanan PBB untuk kemungkinan dikenai sanksi."Pemerintah akan wajib menghentikan semua langkah-langkah sukarelanya jika diajukan ke Dewan Keamanan PBB," cetus Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Manouchehr Mottaki seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir Reuters, Jumat (13/1/2006).Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat dan tiga negara besar Eropa, yakni Inggris, Prancis dan Jerman menyatakan, Iran kemungkinan akan diadukan ke Dewan Keamanan PBB. Ini menyusul macetnya pembicaraan dengan Iran untuk menghentikan program nuklirnya."Pembicaraan kami dengan Iran telah menemui jalan buntu," kata Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier usai pertemuan di Berlin, Jerman dengan Menlu Inggris, Prancis dan kepala kebijakan asing Uni Eropa Javier Solana.Tiga besar Uni Eropa: Inggris, Prancis dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama yang berbunyi: "Kami yakin waktunya telah tiba bagi Dewan Keamanan untuk dilibatkan."Sementara Menlu AS Condoleezza Rice mendukung seruan untuk menggelar pertemuan darurat dewan gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB. Pertemuan itu bertujuan mengupayakan pengaduan masalah Iran ke Dewan Keamanan PBB, yang bisa menjatuhkan sanksi.
(ita/)











































