Persiapan Alih Kelola, Pertamina Percepat Transisi Data Eksplorasi

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 10:58 WIB
PT Pertamina melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap mengolah minyak bumi sebesar 348.000 BSD. RU IV Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.
Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mempercepat transfer data eksplorasi dan eksploitasi lapangan utama agar bisa segera menyiapkan kegiatan pemboran 44 sumur di Blok Rokan. Pertamina menargetkan dapat segera melakukan pemboran tersebut setelah masa peralihan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PHR pada 9 Agustus 2021.

Direktur Utama PHR RP Yudantoro mengatakan PHR terus melakukan komunikasi intensif kepada pihak CPI agar transisi berjalan lancar. Hal itu dilakukan untuk bisa menjaga produksi di Blok Rokan dan menahan natural decline rate atau penurunan alamiah dengan melakukan pemboran sesuai target.

"PHR akan memastikan persiapan pemboran pada Agustus sampai Desember 2021 dapat berjalan lancar, karenanya terus dilakukan komunikasi intensif dengan CPI agar proses transfer data, informasi prosedur (SOP) maupun penyiapan lahan dapat berjalan cepat, tanpa kendala yang berarti," ujar Yudantoro, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Yudantoro menyebutkan saat ini kegiatan transisi yang tengah dilaksanakan antara lain proses konstruksi penggantian pipa 'trunk line' sepanjang kurang lebih 364 km yang membawa minyak mentah dari lapangan Rokan ke tangki penampungan di Dumai, yang selanjutnya dapat menjadi supplai untuk proses pengolahan produk di Kilang Pertamina Dumai.

Ia pun menambahkan, PHR juga tengah mempersiapkan transisi pekerja Chevron yang nantinya akan diberdayakan di PHR maupun di Pertamina sesuai ketentuan yang berlaku, seperti pekerja di blok alih kelola lainnya yang sebelumnya sudah pernah ditangani Pertamina.

"Dengan dukungan seluruh stakeholder, kita semua berharap transisi di BlokRokan bisa berjalan dengan baik sehingga bisa menjaga produksi migas untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional," pungkasYudantoro.perta

(prf/ega)