Bima Arya: Kalau Bogor Masih Zona Merah, Usaha Akan Terus Diperkeras

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 10:15 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya dan tim menyisir sejumlah restoran dan kafe di sepanjang Jalan KH Abdulah Bin Nuh (Yasmin), Semplak, Cilendek hingga Gunung Batu. Menurutnya mayoritas pelaku usaha cukup tertib menyediakan fasilitas dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara sebagian lagi masih ada yang membiarkan pengunjung tidak berjarak dan tidak menyediakan fasilitas cuci tangan di depan pintu masuk. Petugas pun memberikan peringatan dan meminta pengelola rumah makan untuk melengkapinya. Kegiatan tersebut berlangsung Minggu (21/9) kemarin.

"Dua hari ini kita melihat situasi di Bogor sepi, terima kasih untuk warga Bogor yang sudah menahan diri untuk tidak bepergian, terima kasih untuk pengelola restoran dan rumah makan yang sebagian besar menaati protokol kesehatan, dan terima kasih juga untuk warga Jakarta dan sekitarnya yang sepertinya menahan diri juga untuk tidak jalan-jalan dulu di Bogor, tidak berolahraga seputar SSA. Dari akhir pekan ini cukup sepi, aman dan terkendali," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Bima berharap jika warga terus disiplin, maka bukan tidak mungkin akan berdampak pada penurunan angka kasus positif COVID-19 di Kota Bogor. Ia mengungkap setiap Minggu dini hari pihaknya akan menerima update dari pusat terkait perkembangan data kasus COVID-19.

"Bagaimana perkembangannya, apakah tetap di zona merah, apakah ada perbaikan. Nanti gugus tugas nasional yang akan meng-update itu, tapi kita berusaha maksimal kalau masih (zona) merah berarti usaha kita akan terus diperkeras, akan terus diperkuat lagi," terang Bima.

Bima menambahkan Pemkot Bogor akan semaksimal mungkin menekan laju pandemi dengan memperkuat unit di lapangan, seperti membatasi pergerakan orang, menguatkan edukasi bersama Tim Merpati, dan menguatkan pengawasan protokol kesehatan bersama Tim Elang, Satpol PP dan TNI/Polri.

"Unit usaha terus kita awasi bersama Tim Elang agar tingkat kepatuhan semakin baik. Tim Elang akan bertugas ditargetkan sampai akhir tahun ini. Jadi kita harus menjaga stamina, menjaga ritme, konsistensi, dibagi sistem shift-nya. Kemudian kita akan terus perkuat juga dengan supporting system, termasuk aplikasi laporan dan lain-lain," jelasnya.

Diketahui, pada malam sebelumnya, Sabtu (19/9), Bima Arya juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau kepatuhan jam operasional pelaku usaha yang menurut Peraturan Wali Kota Bogor harus sudah tutup hingga jam 20.00 WIB selama penerapan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Ditemukan beberapa cafe masih buka di atas jam 20.00 WIB. Pengelola kemudian diperingati petugas untuk tidak mengulangi dan mengancam akan menutup usaha serta denda bagi yang kedapatan melanggar.

(prf/ega)