Polisi Tetapkan Pemilik Bus Sriwijaya Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 10:10 WIB
Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri (Raja Adil-detikcom)
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri (Raja Adil/detikcom)
Palembang -

Kasus kecelakaan maut bus Sriwijaya yang menewaskan 35 orang di Pagar Alam, Sumatera Selatan, memasuki babak baru. Pemilik dan sopir bus ditetapkan sebagai tersangka.

"Perlu saya sampaikan bahwa untuk kasus kecelakaan bus Sriwijaya ini sudah P21. Ini kasus pertama terjadi di Indonesia, pemilik perusahaan dijerat hukuman," ujar Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra di Mapolda Sumsel, Senin (21/9/2020).

Eko menyebut penanganan kasus kecelakaan bus Sriwijaya butuh waktu lama. Sebab, pihaknya membutuhkan keterangan ahli sebelum menetapkan pemilik dan sopir sebagai tersangka.

"Kenapa lama, karena ini kasus pertama di Indonesia yang ditangani. Banyak hal yang masih harus dipenuhi, saksi-saksi, ahli dan semua pihak terkait," kata Eko.

Kapolres Pagar Alam AKBP Dolly Gumara menyebutkan pihaknya melibatkan banyak unsur dalam menangani kasus ini. Dari Dinas Perhubungan, ahli, jajaran Polda Bengkulu, hingga pemilik bus.

"Berdasarkan bukti permulaan, kami dapat keterlibatan pemilik PO bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Dalam hal ini Direktur PO bus sekaligus pemilik bus PT Sriwijaya, M Rizady, jadi tersangka bersama si sopir," katanya.

Hanya, sopir bus bernama Ferry Agus kini kasusnya sudah dihentikan alias SP3. Sebab, sang sopir bus ikut tewas saat insiden kecelakaan maut tersebut.

Selanjutnya, Direktur bus Sriwijaya, Rizady, dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUPHP subsider Pasal 311 (5) jo Pasal 315 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan jo Pasal 56 (2) KUHP subsider Pasal 359 KUHP subsider Pasal 310 (4) jo pasal 315 UU No 22 Tahun 2009 jo Pasal 56 (2) KUHP.

"Kasus sudah P21 oleh Kejari Pagaralam pada 17 September lalu. Untuk tersangka tidak ditahan karena masih kooperatif," katanya.

Peristiwa kecelakaan bus ini menewaskan 35 orang dan 13 orang dinyatakan selamat. Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang menabrak beton dan terjun ke sungai di Liku Lematang, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Insiden itu terjadi pada Senin (23/12/2019) malam, sekitar pukul 23.15 WIB. Dugaan sementara polisi pada 24 Desember 2019 lalu, kecelakaan terjadi akibat rem bus yang tidak berfungsi dengan baik.

(ras/haf)