191 Hektare Lahan Pertanian-Perkebunan di Sigi Rusak Akibat Banjir

Antara News - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 00:05 WIB
Banjir bandang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tak sedikit rumah warga yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Foto: ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI
Sigi -

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berdampak pada lahan pertanian dan perkebunan. Diketahui, 191 hektare lahan pertanian dan perkebunan rusak terdampak banjir.

"Mayoritas warga Desa Rogon adalah petani, kini mereka belum dapat mengolah lahan karena lahan terdampak lumpur dan material yang dibawa oleh banjir bandang pada Senin (14/9) lalu," ucap Sekretaris Desa Rogo, Ajmain Ramadhan, dilansir Antara, Minggu (9/20/2020).

Lahan pertanian dan perkebunan yang rusak mayoritas berada di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan. Jika diuraikan, 79 hektare lahan pertanian dan 191 hektare lahan perkebunan rusak.

Tak hanya itu, saluran irigrasi air yang berfungsi mengairi lahan pertanian warga juga rusak. Pihak desa kini tengah mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

"Ini harus segera dicarikan solusinya, agar warga petani bisa segera bangkit kembali pascabencana untuk mengolah pertanian mereka, dalam rangka menstabilkan ekonomi mereka," sebutnya.

Ajmain mengatakan kerusakan lahan pertanian dan perkebunan tak hanya disebabkan oleh banjir bandang, melainkan juga faktor gempa yang terjadi pada September 2018 silam. Hingga kini, para petani, kata Ajmain, tak bisa mengelolah lahannya karena rusaknya saluran irigrasi.

"Irigasi yang rusak karena gempa 28 September 2018 silam, itu sementara diperbaiki. Namun, belum selesai perbaikan, kembali terdampak banjir bandang," kata dia.

Sebelumnya, intensitas curah hujan tinggi di sejumlah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebabkan dua desa di Kabupaten Sigi dilanda banjir. BPBD Sulteng mencatat ada sebanyak 36 pemukiman warga dan 1 pesantren rusak.

"Untuk banjir yang terjadi di Desa Oloboju diakibatkan karena meluapnya air dari sungai kering, 3 rumah warga rusak ringan. Sementara untuk di Desa Sidera banjir terjadi setelah jebolnya drainase yang sudah tidak mampu menampung air akibat curah hujan yang tinggi. 33 rumah warga dan 1 pesantren terendam banjir," kata Kasub Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring, pada Rabu (9/9/2020).

(isa/isa)