Oknum Polisi di Sulsel yang Melawan Saat Ditangkap Sudah 2 Tahun Desersi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 18:57 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Makassar -

Oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang melawan pakai badik saat hendak ditangkap, Andi Baso Amir (47) ternyata sudah 2 tahun desersi. Kini, Andi malah terjerat kasus kepemilikan narkoba jenis sabu di Kabupaten Bulukumba.

"Anggota Polrestabes, tetapi tersangka sudah desersi dari tahun 2018," kata Dirresnarkoba Polda Sulsel Kombes Hermawan kepada detikcom, Minggu (20/9/2020).

Namun demikian, Hermawan belum bisa memastikan apakah Andi sudah dipecat dari kepolisian atau belum. Dia menyebut akan memastikannya terlebih dahulu.

"Iya bisa jadi sudah pecatan Polri. Nanti saya cek ke Kabid Propam, besok ya," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Andi Baso Amir yang disebut memiliki pangkat terakhir Brigpol itu awalnya dilaporkan warga atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Dari laporan itu, polisi menyergap mobil milik Andi di Jalan Poros Sinjai-Bulukumba, Jumat (18/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat disergap, Andi melawan.

"Namun pada saat ingin ditangkap yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan cara mencabut badik yang disimpan di pinggangnya. Namun hal tersebut dapat diantisipasi," terang Kombes Hermawan.

Setelah diamankan, Andi digelandang ke rumahnya di wilayah Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, untuk proses pencarian barang bukti.

"Dan saat dilakukan penggeledahan di rumahnya yang disaksikan oleh istrinya, ditemukanlah barang bukti," katanya.

Barang bukti dimaksud di antaranya ialah 3 saset bening diduga berisi sabu. Adapula satu saset bening, satu sumbu pembakar, sebatang kaca pirex, hingga senjata api jenis Airsoft Gun. Sebilah badik model Makassar juga disita dari tangan Andi.

(zak/zak)