Pasien Corona di Dompu Meninggal, Keluarga Tolak Makamkan Pakai Protokol COVID

Faruk - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 18:53 WIB
Pemakaman pasien meninggal akibat Corona tanpa protokol COVID-19.
Pemakaman pasien meninggal akibat Corona tanpa protokol COVID-19. (Foto: Faruk/detikcom)
Dompu -

Seorang pasien positif COVID-19 di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia di RSUD Dompu. Pihak keluarga menolak memakamkan jenazah itu dengan protokol COVID-19.

Kabag Humas RSUD Dompu, Ida Fitriyani menuturkan, pasien yang meninggal itu berinisial SN (60) warga Dusun Buncu, Desa Matua, Kecamatan Woja. Yani mengatakan pasien masuk RSUD Dompu pukul 02.00 dini hari tadi.

Pasien didiagnosa menderita sakit jantung dan penyakit penyerta lainnya. Setelah itu tim medis melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Kemudian tim medis RSUD Dompu langsung mengambil sampel swab terhadap pasien. Sekitar pukul 05.00 Wita, pasien meninggal dunia.

"Keluarga ingin memakamkan almarhum tanpa protokol covid-19 walaupun hasil swabnya positif," kata Yani, kepada detikcom, Minggu (20/9/2020).

"Setelah meninggal dunia baru diketahui bahwa hasil Swab Laboratorium RSUD Dompu pasien positif COVID-19. Pada saat tim medis akan mengambil tindakan protokol COVID-19, keluarga pasien menolak dengan alasan bahwa pasien tidak mengalami tanda atau gejala COVID-19," jelas Yani.

Pihak rumah sakit pun hendak memulangkan jenazah dan memakamkan pasien dengan protap COVID-19. Namun keluarga pasien menolak dan ingin menjemput paksa pasien.

Ketika itu, petugas dan pihak kepolisian sempat cek cok dengan keluarga pasien. Mereka ingin membawa pulang jenazah pasien dan memakamkan anggota keluarnya sendiri.

"Awalnya kami sampaikan bahwa pemulasaran jenazah harus dengan protokol COVID, tapi keluarga menolak karena tidak percaya pasien terkena COVID. Sampai akhirnya pihak RSUD tetap melakukan pemulasaran jenazah dengan protokol COVID dan diantar sampai rumah bekerja sama dengan gugus tugas COVID Dompu dan TNI Polri," ujarnya.

Sementara itu, saat pasien dipulangkan, puluhan warga dan keluarga pasien justru memblokade jalan raya. Aksi dilakukan untuk mencegah petugas gugus tugas yang ingin menguburkan pasien sesuai protokol COVID-19.

Aksi blokade jalan inipun sempat memanas antara petugas dan warga keluarga pasien. Akhirnya petugas mengalah dan membiarkan pemakaman korban dilakukan secara normal tanpa protokol COVID-19.

(idn/idn)