RK Sebut Tak Bisa Menangkan Ekonomi-Kesehatan Sekaligus dalam Tangani Corona

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 17:18 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Yudha Maulana/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mengungkap strategi Pemprov Jawa Barat menangani Corona (COVID-19). RK mengatakan, dalam strategi penanganan Corona, kesehatan dan ekonomi tidak bisa dimenangkan secara bersamaan.

"Kesimpulannya, kita tidak bisa memang memenangkan dua-duanya, ingin menang epidemiologi, ingin menang juga ekonomi, pilihannya menang kesehatan ekonomi hancur, atau menang ekonomi kesehatan hancur," kata RK dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi' di akun YouTube KSDI, Minggu (20/9/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan, Pemprov Jabar dalam menangani Corona dengan cara abu-abu. Abu-abu ini dalam artian menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi.

"Atau berada di ruang abu-abu yang sedang kita orkestra=kan, yaitu kadang-kadang ke kesehatan, geser kadang-kadang ke ekonomi. Ini realita yang tidak sederhana, jangan dibilang ekonomi seolah-olah tidak penting. Jadi poinnya adalah setiap hari kami harus merumuskan geser ke kesehatan dulu, ekonomi kita kurangi, pada saat memungkinkan ekonomi bandulnya bergeser dan seterusnya, itulah rutinitas mengambil keputusan gas rem dan sebagainya," ungkap RK.

Selain itu, di Jawa Barat RK menggunakan tiga manajemen dalam penanganan Corona. Tiga manajemen itu dibuat berdasarkan geografi.

"Jadi jawa barat kami bagi tiga manajemen penanganan COVID berdasarkan geografi, karena kami punya kota yang padat seperti Bekasi, dan kami juga punya kampung seperti sekarang saya di kaki gunung Cermai Majalengka, ya perlakuannya nggak bisa sama, di desa ini jauh dari COVID ekonominya berjalan, kalau saya lakukan dengan metode yang sama, pukul rata, itu tidak adil," katanya.

Daerah kampung yang cenderung zona hijau atau zona kuning Corona akan dibedakan penanganannya dengan zona merah seperti Bodebek. RK mengatakan penanganan Corona di Bodebek akan disamakan dengan DKI sebagai episentrum.

"Nah ini menunjukkan di Jabar satu mengendalikan Bodebek, itulah kenapa saya nggak bisa berbeda dengan kebijakan Pak Anies di DKI, kalau di DKI sebagai episentrum bilang ke kiri, maka saya perintahkan Bodebek semua ke kiri, kalau Pak Anies ke kanan, kami harus ke kanan. Kedua, ada Bandung Raya itu beda sendiri penanganan COVID-nya, dan yang ketiga kabupaten-kabupaten," pungkasnya.

Tonton juga 'Ridwan Kamil Terapkan PSBM Bodebek Dukung PSBB DKI':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/gbr)