MPR: RI Butuh Generasi Penerus yang Bagus Pengetahuan Agama & Negara

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 11:34 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mengungkapkan kekagumannya terhadap para santri pondok pesantren yang ternyata tak asing dengan Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pengetahuan mereka juga tak sekadar hafalan saja.

"Saya rasa itu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Indonesia masa depan butuh generasi penerus seperti para santri yang selain bagus pengetahuan agamanya, juga baik pengetahuan tentang negaranya," ujar Syarief dalam keterangannya, Minggu (20/9/2020).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar kerja sama MPR dengan Pondok Pesantren Riyadhul Anam Al-Arfah, Sindang Berang, Kota Bogor, Jawa Barat. Ia kemudian menjabarkan tentang Empat Pilar. Pertama adalah Pancasila yang dasar dan ideologi negara. Pancasila juga menjadi perwujudan karakter bangsa Indonesia.

Adik-adik santri bisa lihat dari keseluruhan sila, itu sudah tidak asing lagi buat kita terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menegaskan bahwa rakyat Indonesia adalah manusia yang patuh pada ajaran-ajaran Tuhan," imbuhnya.

Kedua ada UUD NRI Tahun 1945 yang merupakan sumber hukum tertinggi tata urutan peraturan perundang-undangan nasional. Ia menjabarkan di dalam UUD ini tertulis bahwa hak dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia sama, tak ada yang dibeda-bedakan.

Kemudian ada NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Syarief mengatakan NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di negara ini rakyat bersatu untuk bersama-sama menuju kemajuan dan kesejahteraan. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa yang menegaskan rakyat Indonesia tidak mempersoalkan perbedaan satu sama lain. Keberagaman ada di dalam agama, suku, ras, adat, dan kepercayaan adalah kekayaan bangsa yang harus disyukuri.

Di tengah-tengah penyampaian materi, Syarief melemparkan pertanyaan-pertanyaan seputar Empat Pilar kepada para santri. Hal tersebut kemudian disambut antusias.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan adalah meminta para santri untuk menyebutkan apa saja Empat Pilar secara lengkap. Seorang santri berusia 13 tahun, Malik dengan berani mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan itu dengan tepat.

Syarief lalu mencoba bertanya lebih luas tentang negara. Ia menanyakan siapa Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Santri berusia belasan tahun, Fatur Muhammad maju ke depan, meraih mikrofon, dan menjawab beliau adalah Presiden RI ke-6. Jawabannya disambut tepuk tangan oleh peserta.

"Mantap sekali jawabannya. Ini potret kepintaran santri Indonesia," ucap Syarief.

Di sesi terakhir, Syarief berpesan agar para santri sebagai generasi muda tetap berpegang teguh pada agama Islam, patuh pada orangtua dan guru, dan terus meningkatkan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa.

"Saya berterima kasih kepada kyai, ustadz, pengasuh ponpes yang tak bosan memberikan pengetahuan tentang negara kepada anak didiknya. Saya berharap juga kepada negara untuk memberi perhatian lebih kepada santri-santri kita ini," ungkapnya.

Selain Syarief, hadir dalam acara yang mengikuti protokol kesehatan secara ketat tersebut Pimpinan Ponpes KH. Abdul Rachman, Pimpinan Yayasan Tunas Bakti Imam Wahyudi, para pengajar serta santri dan santriwati juga masyarakat sekitar.

(akn/ega)