Terjepit di Tengah Lautan Massa

Kesaksian Tragedi Jamarat (1)

Terjepit di Tengah Lautan Massa

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2006 12:35 WIB
Mina - Tragedi di Jamarat, Mina, Kamis (12/1/2006) terjadi begitu cepat. Sekitar 90 jamaah haji kloter 40 JKS dari KBIH Al Fattah tiba-tiba terjepit di tengah lautan massa. Massa dari belakang dan depan menggencet mereka. Sekitar pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS), belum ada tanda-tanda akan terjadi musibah besar itu. "Saat kami berjalan menuju jamarat di lantai 2, tidak terlihat ada tragedi itu. Tapi, tiba-tiba kami tergencet oleh lautan manusia," kata Wanawir, salah seorang anggota jamaah haji kloter 40 JKS. Saat ditemui detikcom di perkemahannya di Mina, di Maktab 13, Kamis (12/1/2006) malam, Wanawir tampak sehat. Dia bersyukur bisa lolos dari maut. Padahal, situasinya sangat-sangat mengerikan. "Saya selamat betul-betul karena mukjizat," ujar dia. Wanawari bercerita, saat melempar jumrah itu, ada 90 jamaah yang ikut. Semuanya berasal dari KBIH al Fattah pimpinan KH Zainuddin. Ikut juga Ketua DPRD Tanggamus Al Hajar, Dandim Tanggamus Letkol Sudirman, dan ketua kloter 40-JKS Masaedi. Jamaah KBIH Al Fattah ini berangkat secara bersama-sama dari perkemahan sekitar pukul 10.00 WAS. Seperti biasa, agar kompak, mereka mengenakan jas warna merah dan mengenakan syal kuning bertuliskan KBIH Al Fattah. Bendera KBIH juga dipasang di atas tiang dan dikibar-kibarkan jamaah sambil berjalan menuju jamarat. Jalanan menuju jamarat dilalui dengan mulus. Jamaah tiba di dekat ujung jalan menuju lantai dua jamarat, tidak lama setelah azan dhuhur berkumandang. Memang, 90 jamaah ini berkeinginan melempar jumrah dalam waktu yang afdal, setelah dhuhur. Situasi di jamarat saat itu sangat ramai. Semua tempat diisi oleh lautan manusia. Tidak ada celah-celah kosong. Banyaknya jamaah haji yang saat itu melempar jumrah, selain karena saat itu waktu afdal, juga karena para jamaah mengejar nafar awal. Jamaah pun menumpuk di jamarat. Baik di lantai dasar atau lantai dua, dipenuhi jamaah haji. "Saat tiba di persimpangan jalan antara jalan yang menuju lantai dasar dan lantai dua, kondisi masih normal-normal saja," kata dia. Namun, tidak lama kemudian, setelah rombongan bergeser hanya beberapa meter dari persimpangan jalan itu, tiba-tiba terdengar jeritan dan histeria jamaah haji. Saat itu, Wanawir melihat ratusan mayat bergelimpangan. Sementara dorongan massa dari arah belakang dan depan menggencet jamaah dari KBIH Al Fattah ini. Akhirnya karena panik, jamaah ini kocar-kacir menyelamatkan diri. "Jamaah terpecah. Saya sendiri akhirnya menyelamatkan diri bersama 14 orang lainnya," kata dia. Wanawir sempat bingung akan ke mana dirinya menyelamatkan diri. Sementara di depan dan belakang, menumpuk massa. Polisi dan tentara Arab Saudi juga membuat barikade. Namun, akhirnya dia dan 14 orang lainnya diarahkan tentara dan polisi itu malah menuju jumratul ula. Setelah sampai tiang jamarat, Wanawir dan 14 orang lainnya itu pun selamat. "Saat itu saya sempat melihat teman-teman kita terjatuh dan terinjak-injak. Mau menolong, jelas tidak bisa, karena situasinya yang sangat ramai. Sementara polisi tampaknya tidak kuasa menahan laju jamaah haji yang menuju arah jamarat," kata dia. Setelah sampai di jumratul ula, Wanawir dan sejumlah jamaah itu melempar jumrah. Selanjutnya, mereka pun menuju jumratul wustha dan jumratul aqabah untuk melempar jumrah. Setelah selesai, mereka pun keluar dari kerumunan jamaah haji dan pulang ke tenda kemahnya dengan hati yang risau. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads