Round-Up

Kasus PSK Digerebek Polisi-Andre hingga Divonis 5 Bulan Bui

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 20:09 WIB
Anggota DPR Andre Rosiade melakukan penggerebekan prostitusi online di Sumbar. Berikut detik-detik penggerebekan yang picu kontroversi tersebut.
Momen saat Andre Rosiade bersama polisi menggerebek praktik prostitusi online di sebuah hotel di Padang (Foto: dok. detikcom)

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan kesatu, dan menjatuhkan pidana penjara terhadap NN selama 5 bulan dikurangi masa tahanan," kata jaksa penuntut umum Dewi Permata Asri dalam sidang di Pengadilan Negeri Padang seperti dilansir Antara, Selasa (15/9/2020).

Jaksa menuntut terdakwa NN dengan dakwaan kesatu, yakni Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam pertimbangan jaksa disebutkan hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan di persidangan serta belum pernah dihukum. Sementara itu, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa disebut telah meresahkan masyarakat

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Riefia Nadra dan Ine Sari Dewi cs, mengatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis (pleidoi) pada sidang berikutnya. Majelis hakim yang diketuai Reza Himawan serta beranggotakan Lifiana Tanjung dan Suratni memberikan waktu selama dua hari bagi pihak terdakwa untuk menyiapkan pembelaannya.

Selain NN, dalam perkara yang sama juga ada terdakwa lainnya, yakni AS, yang berperan sebagai muncikari. Ia dituntut selama 7 bulan penjara.

Anggota DPR Andre Rosiade melakukan penggerebekan prostitusi online di Sumbar. Berikut detik-detik penggerebekan yang picu kontroversi tersebut.Detik-detik penggerebekan yang memicu kontroversi tersebut. (Foto: dok. detikcom)

Penangguhan Penahanan Dikabulkan

Penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan kuasa hukum NN. NN kemudian dibebaskan dari tahanan.

"Kalau administrasinya selesai, hari ini bisa keluar," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto kepada detikcom, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Satake Bayu, penangguhan penahanan hanya diberikan kepada tersangka N. Sedangkan muncikari AS (24) tetap ditahan.

Penangguhan penahanan dikabulkan dengan beberapa pertimbangan, antara lain tersangka dijamin kuasa hukumnya tidak akan melarikan diri.

"Proses hukumnya tetap berjalan. Ia mungkin akan dikenai wajib lapor," jelas Satake.

Halaman

(aan/jbr)