Cerita Pasien 01

Kisah Pasien 01 Corona Dibawa-bawa ke Konspirasi Politik

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 14:41 WIB
Sita Tyasutami (dok. Istimewa)
Sita Tyasutami (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pasien kasus 01 virus Corona, Sita Tyasutami, mengatakan kasusnya sempat dikaitkan dengan konspirasi politik. Namun dia menegaskan virus Corona benar-benar ada.

"Memang betul Corona ini dikaitkan dengan konspirasi dan politik, karena aku ngalamin langsung. Karena aku dibawa-bawa ke politik juga karena kasus satu, ya," kata Sita saat berbincang dengan detikcom, Rabu (16/9/2020).

Konspirasi yang dimaksud Sita ialah terkait beredarnya narasi yang menuding dirinya bagian dari setting-an pemerintah. Bahkan dia sempat dimaki sebagai artis Corona.

"Kan di Facebook kan ada notifikasi kalau foto kita di-upload sama orang. Terus aku lihat, loh kok ini kan posting-an di bulan Maret yang dikeluarin nitizen. Kok keluar lagi? Yang ngatain aku kru artis Corona," tuturnya.

Sebagai penyintas Corona, Sita menegaskan Corona memang nyata adanya. Hal ini tak terkait dengan konspirasi dan politik.

"Tapi apa pun itu, virusnya itu beneran ada. Bukan diada-adain untuk konspirasi dan politik. Virusnya beneran ada. Kalau nggak ada, ngapain kakakku sampai donor plasma buat dijadiin riset untuk vaksin," tegasnya.

Dia lantas mengingatkan bahwa wabah Corona adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, orang yang mengaitkan Corona dengan konspirasi dan mengabaikan protokol kesehatan ialah orang yang egois.

"It's not about you and me. It is about us. Jadi kalau kalian mengaitkan ini dengan konspirasi dan tidak memperhatikan protokol kesehatan, ya kalian sangat egois," ujarnya.

Sita pun mengaku ikut terdampak secara ekonomi akibat pembatasan selama pandemi. Namun dia tetap berjuang agar bisa bekerja dengan aman melalui protokol kesehatan ketat.

"Sejujurnya kita semua terdampak secara ekonomi. Tapi gimana caranya kita tetap survive dan bekerja menerapkan protokol kesehatan agar tidak membahayakan kita dan orang lain," ujar perempuan yang berprofesi sebagai seniman ini.

Sebelumnya, 6 bulan lalu, Sita dan ibunya diumumkan sebagai pasien pertama Corona oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 di Istana Negara. Mereka kemudian dirawat selama dua minggu lebih di RSPI Sulianti Saroso.

Selanjutnya
Halaman
1 2