Curhat Sopir Bus Dehidrasi Pakai Hazmat Saat Antar Pasien ke Wisma Atlet

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 21:49 WIB
Sopir Bus Sekolah yang mengantar pasien Corona ke Wisma Atlet sejak pandemi
Foto: dok. istimewa
Jakarta -

Beberapa bus sekolah di DKI Jakarta kini difungsikan untuk menjemput pasien COVID-19 ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan Covid. Selama bertugas, kondisi para sopir itu tak selamanya berjalan baik.

Salah satu sopir bus, Sukoco (30) menceritakan ada temannya yang pingsan saat hendak menjemput pasien COVID-19 di Petamburan, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi karena dehidrasi saat menggunakan hazmat.

"Kemarin itu teman kita sampai dehidrasi berhenti di tengah jalan, udah nggak kuat di tengah jalan itu," ujar Sukoco kepada detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (18/9/2020).

"Dia mau dua kali penjemputan rencananya. Dia sudah dari Palmerah, sudah (antar pasien) ke Wisma Atlet mau jemput lagi di Petamburan, belum sampai Petamburan udah nggak kuat," sambungnya.

Sukoco mengatakan, salah satu penyebab dehidrasi itu karena cuaca panas. Selain itu, bus yang digunakan AC-nya tidak boleh dinyalakan karena khawatir dapat meningkatkan penyebaran virus Corona.

"Kalau cuaca panas kita juga gak kuat lama. Kemarin-kemarin nggak boleh dinyalain AC, instruksinya nggak boleh dinyalain, takut penyebarannya lewat AC," katanya.

Namun, setelah itu, AC yang ada di Bus sekolah itu diizinkan untuk dinyalakan. "Sejak April apa kapan (tidak boleh menyalakan AC), baru boleh kemarin (Rabu, 16/9) karena kasihan sopirnya, lemas, pingsan kepanasan," katanya.

Di kesempatan yang sama, Sukoco mengaku sedih lantaran pasien yang diantarnya berusia anak-anak.

"Ada sedih, ngeliat itu sedih banyak yang anak di bawah usia, 3 tahun empat tahun, 6 tahun. Itu banyak," ujar Sukoco.

Menurutnya, anak-anak yang terpapar virus Corona rata-rata ibunya juga positif Corona. "Ada yang satu keluarga, ibu sama anak. Bapaknya nggak kena," katanya.

(man/isa)