PDIP Kritik Anies: Penghormatan Terakhir Sekda DKI Lebih Baik di RS

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 07:20 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono (Foto: Dok. istimewa)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta turut mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya yang menggelar upacara penghormatan terakhir untuk Sekda DKI Saefullah yang meninggal dunia karena virus Corona di Balai Kota. PDIP menilai penghormatan untuk Saefullah lebih baik dilakukan di rumah sakit.

"Penghormatan di RS jauh lebih baik," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Gembong mengatakan, jika penghormatan terakhir dilakukan di rumah sakit, jumlah pelayat akan dibatasi. Protokol kesehatan juga akan diterapkan secara ketat.

"Terbatas kan (pelayat di rumah sakit), dengan protokol kesehatan yang ketat. Sesuai aturan pemakaman jenazah COVID-19," ujar Gembong.

Menurut Gembong, protokol pemakaman jenazah COVID-19 seharusnya tetap dilakukan sebagaimana mestinya. Gembong juga setuju dengan kritik yang sebelumnya disampaikan Ketua FAKTA Azas Tigor yang menyoroti penghormatan terakhir itu dilakukan di Balai Kota.

"Agar ada kesetaraan terhadap penerapan protokol COVID-19, saya setuju. Protokol pemakaman jenazah COVID-19 harusnya dijalankan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritik karena melakukan penghormatan terakhir di Balai Kota untuk Sekda DKI Jakarta Saefullah, yang meninggal dunia positif Corona. Anies disebut seharusnya langsung memakamkan Saefullah sesegera mungkin.

"Seseorang yang positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi COVID-19," kata Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan, dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Pemprov DKI pun memberikan penjelasan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir menyebut penghormatan terakhir itu dilakukan sesuai protokol COVID-19.

"Gini, yang pertama, jenazah di dalam ambulans sudah mengikuti protokol COVID dan jenazah tidak diturunkan. Semua sudah mengikuti protokol kesehatan, tidak ada yang dilanggar, jenazah tertutup dalam peti, dalam ambulans yang rapat, nggak ada masalah," ujar Chaidir saat dihubungi, Kamis (17/9).

(azr/fjp)