Round-Up

Pilu Anak Korban Prostitusi Diperkosa di Rumah Aman Berkali-kali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 07:02 WIB
Poster
Ilustrasi. (Foto: Edi Wahyono)
Samarinda -

Kisah pilu dialami NJ, remaja 14 tahun, korban prostitusi online di Kalimantan Timur. Alih-alih mendapat perlindungan, NJ justru diperkosa berkali-kali oleh RC (25), petugas jaga di rumah aman.

Kasus ini bermula dari bulan Juli lalu. Jatanras Polda Kaltim bersama Polres Paser berhasil mengungkap kasus prostitusi online di sebuah penginapan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Grogot.

Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan 6 tersangka yang diduga berperan sebagai mucikari. 5 laki-laki dan 1 perempuan.

Singkat cerita, NJ yang menjadi korban dibawa ke Rumah Singgah Pasien (RSP) milik Yayasan Paser Peduli, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. NJ dititip di sana lantaran anak di bawah umur yang tengah mengandung tiga bulan.

Namun bukannya mendapat perlindungan, NJ malah jadi korban pelampiasan nafsu sang petugas jaga. Perbuatan RC terungkap ketika korban bercerita kepada pihak yayasan. Korban sempat beberapa kali melayani RC lantaran ingin dinikahi.

"Tersangka adalah orang yang ditugaskan menjaga korban, tapi dia malah menggauli korban yang masih di bawah umur dengan mengiming-imngin akan menikahinya," kata Kapolres Paser AKBP Eko Susanto, saat di konfirmasi, Rabu (16/9/2020).

"Pelaku setiap malam selalu mendatangi korban di kamarnya. Saat menyetubuhi korbannya itu, rupanya diketahui oleh rekan-rekan korban yang juga dititipkan di sana. Mereka kemudian melaporkan ke pihak pengurus yayasan dan langsung melaporkannya ke kami," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku sudah lebih dari 5 kali melakukan perbuatan kejinya itu. Pelaku disebutkan juga melakukan intimidasi kepada rekan korban agar tutup mulut.

Kasat Reskrim Polres Paser AKP Ferry Putra Samodra menerangkan, pelecehan seksual itu dilakukan di kamar di hadapan lima rekan korban. Tersangka juga melakukan pemukulan ke teman-teman korban itu.

"Pelaku juga sempat memukul teman NJ menggunakan sapu lantaran pelaku tak mau perbuatannya diketahui siapa pun," ujar Ferry.

Selanjutnya
Halaman
1 2