Penghormatan ke Sekda DKI Dikritik, Wiku: Tak Masalah Selama Jenazah di Ambulans

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 06:39 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito turut menanggapi soal kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya karena memberikan penghormatan terakhir di Balai Kota untuk Sekda DKI Saefullah yang meninggal dunia karena virus Corona. Upacara penghormatan itu dinilai tak masalah selama jenazah tetap berada di dalam ambulans.

"Harusnya tidak apa-apa tidak diturunkan, karena kan memang adanya di dalam ambulans dan di dalam peti yang sudah melalui seluruh prosesnya itu. Sebenarnya tidak apa-apa," kata Wiku kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Proses pemulasaran jenazah yang dimaksud Wiku adalah menggunakan protokol COVID-19 dengan dibungkus plastik lalu dimasukkan ke dalam peti dan harus segera dimakamkan. Wiku menegaskan jenazah tetap harus segera dimakamkan usai upacara penghormatan.

"Selama tidak diturunkan dari kendaraan, tidak ada sentuhan atau dekat dengan jenazah, selama tidak dekat dengan jenazah ya nggak ada masalah. Cuma jenazahnya juga jangan terlalu lama menuju perjalanan atau waktu untuk dimakamkan," ujar Wiku.

"Memang pemakaman itu harus segera, harus dilakukan dengan segera supaya tidak terjadi mungkin potensi kebocoran atau apapun. Risiko itu selalu ada saja, kita harus menghindari itu, makanya harus cepat dimakamkan," tegasnya.

Wiku meminta prinsip pencegahan penularan COVID-19 tetap harus dijalankan. Upacara penghormatan, menurutnya, tetap harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah penularan virus tersebut.

"Tapi secara budaya, secara protokoler, itu kan juga perlu ada penghormatan, penghargaan kepada pejabat, itu juga masih dilakukan. Jadi memang betul-betul harus hati-hati ya, karena itu kan ini konflik antara tata aturan dengan upaya untuk menjaga jangan sampai terjadi penularan. Gabungan antara penghormatan sama mencegah risiko penularan itu betul-betul harus ketat," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2