Politikus PKS Dukung Perkap soal Pam Swakarsa: Tapi Rekrutmennya yang Benar

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:14 WIB
Dimyati Natakusumah mengaku mendapat teror lewat telepon setelah sidangkan Novanto, Selasa (8/12/2015).
Achmad Dimyati Natakusumah (Dok. detikcom)
Jakarta -

Peraturan Kapolri (Perkap) yang mengatur Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) menuai berbagai macam tanggapan. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah antusias adanya Pam Swakarsa.

"Jadi Pam Swakarsa ini kan sudah dari dulu sudah ada, ya. Kalau menurut saya bagus sih mendidik sekuriti, pamdal, terus satpam, keamanan. Yang penting rekrutmennya yang benar, jangan sampai orang-orang yang residivis atau orang-orang yang melakukan delik atau kejahatan," kata Dimyati kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Pam Swakarsa diatur dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2020 dan namanya sempat eksis pada 1998. Saat ini, nama Pam Swakarsa kembali mencuat dan dinilai dapat membantu menjaga kampung.

"Saya lihat kan juga membantu untuk ronda, untuk keamanan kampung, kalau di Bali itu kan ada seperti keamanan adat (pecalang), ada di sana. Nah, Pam Swakarsa ini bagus, kan dididik, kalau polisi punya kemauan begitu bagus itu," ucap Dimyati.

Dimayati mendukung Kapolri Jenderal Idham Azis memunculkan Pam Swakarsa. Dia menitikberatkan kepada rekrutmen Pam Swakarsa yang selektif.

"Tujuan Kapolri bagus itu. Kalau saya sih mendukung ya, apa yang disampaikan Pak Kapolri itu. Tapi kalau jeger, preman, dijadiin itu nah itu tunda dululah," imbuhnya.

Sebelumnya, KontraS menolak Perkap tentang Pengamanan Pam Swakarsa dan menyebut Pam Swakarsa saat ini sama dengan era 1998. Polri membantah anggapan itu.

"Itu kan ditarik di politik lagi, pada intinya kan saya sampaikan bahwa ini mengukuhkan apa yang sudah ada, cuma pergantian pakaian satpam saja dari warna biru ke cokelat, yang biru dipakai satuan keamanan lingkungan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

"Tidak ada kok kita ditarik lagi ke-98, tidak ada. Selama ini kan juga kondusif," imbuhnya.

Tonton video 'Polri Tepis Isu Pam Swakarsa Dikaitkan dengan Era 98':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/zak)