Viral Walkot Sungai Penuh Ajak Warga Dukung Salah Satu Paslon Pilgub Jambi

Ferdi Almunanda - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 19:47 WIB
Video Wali Kota Sungai Penuh, AJB, ajak warga dukung salah satu paslon di Pilgub Jambi (tangkapan layar)
Video Wali Kota Sungai Penuh, AJB, mengajak warga mendukung salah satu paslon di Pilgub Jambi. (Foto: Tangkapan layar)
Jambi -

Sebuah video yang menampilkan Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB), tengah mengajak warga memilih salah satu pasangan calon di Pilgub Jambi 2020 viral di media sosial. Kini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi tengah menyelidiki kasus itu.

Bawaslu Jambi berjanji akan memberikan sanksi jika kepala daerah itu terbukti menyalahi kewenangannya.

"Mengenai adanya video yang beredar atas persoalan kepala daerah di Sungai Penuh yang mengajak masyarakat dukung salah satu paslon di Pilgub Jambi itu akan terus berlanjut. Kita juga masih terus melakukan penelusuran. Jika memang terbukti ia bersalah, nantinya kepala daerah itu bisa saja dapat sanksi," kata anggota Bawaslu Jambi Fachrul Rozi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2020).

Fachrul mengatakan tindakan yang dilakukan AJB sebagai kepala daerah mengajak masyarakat memilih salah satu paslon di Pilgub Jambi adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Persoalan itu masih didalami lebih lanjut lagi oleh Bawaslu Jambi.

"Nanti kita cari tahu lagi, apakah ajakan itu cuma dari video yang beredar saja atau kepala daerah itu juga melakukan hal serupa juga kepada aparaturnya. Jika nanti terbukti ada tindakan yang serupa selain dari video yang beredar, nanti bisa kita berikan sanksi kepala daerah itu," ujar Fachrul.

AJB dapat dikenai sanksi berupa sanksi administrasi hingga ancaman pidana. Untuk itu, Fachrul meminta agar kepala daerah di Jambi tetap mengingatkan aparaturnya untuk menjaga netralitas di Pilkada Jambi nanti.

"Ini sesuai dengan keputusan yang ada. Setiap kepala daerah dilarang menyalahgunakan wewenangnya pada saat pilkada. Mereka harus bisa menjaga sikap netralitasnya di pilkada agar seluruh aparaturnya ikut netral. Jika tidak, akan diberikan sanksi," kata Paul.

Dari video yang beredar, AJB mengajak masyarakat memilih salah satu paslon, yakni cawagub Jambi Safri Nursal. Video berdurasi 45 detik itu viral lantaran AJB tengah mengenakan seragam ASN lengkap dengan didampingi oleh bawahannya, yang juga menggunakan seragam ASN.

Ajakan yang dilakukan AJB kepada masyarakat itu terjadi ketika ia sedang menyerahkan bantuan sosial PKH di salah satu kecamatan di Kota Sungai Penuh, Jambi.

Sementara itu, AJB telah memberikan klarifikasi tertulis terkait beredarnya video nya itu. Klarifikasinya tersebut ia tujukan langsung kepada Mendagri, Gubernur Jambi, dan jajaran penyelenggara pemilu baik tingkat pusat maupun daerah.

Pada klarifikasi itu, AJB tidak bermaksud mengajak masyarakat mendukung salah satu cagub dan cawagub Jambi. Dia juga menyebutkan kejadian itu terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan.

"Pernyataan pemihakan kepada salah satu bakal calon tsb betul-betul terlontar karena ketidaksengajaan. Pada waktu itu saya sedang menjalankan tugas di kawasan masyarakat yang sangat fanatik dengan salah satu bakal calon wakil gubernur tersebut," kata AJB dalam keterangannya.

Selain itu, ia tidak mengetahui ada yang merekam peristiwa itu hingga akhirnya viral. AJB menyampaikan permohonan maafnya atas kegaduhan yang terjadi.

"Saya Wali Kota Sungai Penuh sebagai pejabat pembina kepegawaian, mohon maaf atas ketidaksengajaan dan keterlanjuran ini," lanjutnya.

(isa/isa)