Kapal China Diusir dari Laut Natuna, Kemlu Panggil Wakil Dubes China

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 18:48 WIB
Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah.
Jubir Kemlu Teuku Faizasyah (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan kronologi pengusiran kapal Coast Guard China yang masuk ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) RI di perairan Natuna. Kemlu sempat memanggil Duta Besar China agar kapal itu meninggalkan Indonesia.

"Kemlu RI telah menerima informasi dari Bakamla RI pada 12 September 2020 pada pukul 10.00 WIB mengenai keberadaan kapal China Coast Guard dengan nomor lambung 5204 di perairan ZEE Indonesia," kata juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, dalam press briefing virtual, Kamis (17/9/2020).

Faizasyah mengatakan kapal China mengakui mereka sedang melakukan patroli di wilayah Sembilan Garis Putus-putus atau Nine Dash Line. Faizasyah mengatakan kapal China malah mempertanyakan keberadaan kapal Indonesia di wilayah yang diklaim China secara sepihak sebagai perairannya.

"Dalam komunikasi Bakamla dan kapal China Coast Guard 5204 China Coast Guard menyampaikan bahwa mereka sedang melakukan patroli di wilayah RRT di wilayah Nine Dash Line. China Coast Guard juga mempertanyakan kapal Indonesia di wilayah RRT tersebut," katanya.

Merespons hal itu, Kemlu kemudian memanggil Duta Besar China yang berada di Jakarta. Faizasyah menegaskan RI tidak mengakui Sembilan Garis Putus-putus ini dan meminta kapal China meninggalkan ZEE Indonesia di perairan Natuna itu.

"Menyikapi perkembangan ini pada 13 September 2020, Kemlu RI telah melakukan pemanggilan kepada wakil Duta Besar RRT di Jakarta dan sampaikan RI menolak tegas dan tidak mengakui Nine Dash Line Tiongkok," katanya.

Lihat video 'Kapal China Diusir Keluar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2