Wakil Ketua MPR Minta Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 15:08 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber. Ia mengutuk keras penusukan ulama kelahiran Madinah itu di kompleks Masjid Afaluddin Tamin Sukajaya, Lampung beberapa waktu lalu. Menurutnya, kejadian ini harus diusut dengan tuntas agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

"Apabila kejadian ini tidak diselesaikan dengan baik, maka dapat menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat," ungkap Syarief dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Ia mendorong penyelidikan dilakukan secara terbuka dan hati-hati, apalagi beberapa waktu terakhir, muncul pernyataan yang mengatakan pelaku sedang terganggu kejiwaannya, sehingga menimbulkan pro dan kontra.

"Keterbukaan ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menghindari kecurigaan serta prasangka negatif terhadap penegakan hukum," ungkapnya lagi.

Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat ini mengaku telah mendengar banyak sekali berita penyerangan terhadap ulama. Ia berharap agar kejadian ini tidak memancing kerusuhan dan adu domba di tengah masyarakat.

"Syekh Ali Jaber hanyalah satu dari sekian banyak tokoh agama yang mendapatkan kekerasan dalam melakukan syiar agama, bahkan ada beberapa di antaranya sampai meninggal dunia," ujarnya.

"Kejadian ini sangat memprihatinkan dan berpotensi memancing pergolakan di tengah masyarakat. Pemerintah dan aparat hukum harus bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan buruk, sehingga kerukunan antarumat beragama, dan persatuan Indonesia tetap terjaga yang menjadi bagian dari pengamalan Pancasila," jelas Syarief.

Ia juga mendorong agar seluruh komponen bangsa tidak mudah terhasut dengan upaya propaganda buruk yang memanfaatkan kejadian ini. "Partai Demokrat mengajak pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam setiap kegiatan-kegiatan," ungkap Syarief.

(akn/ega)