GNPF-U Sumut Gugat ke PN Minta Pilkada Ditunda, KPU Medan: Itu Hak Publik

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 10:02 WIB
Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik usai rapat pleno terbuka (Datuk Haris Molana/detikcom)
Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik (tengah) (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

GNPF Ulama Sumut mengajukan gugatan ke PN Medan agar Pilkada Medan ditunda gara-gara COVID-19. KPU Medan menilai gugatan tersebut merupakan hak publik.

"Kalau memang benar ada gugatan terhadap KPU Kota Medan. Menurut saya, itu menjadi hak publik dalam menempuh upaya hukum," kata Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik, Kamis (17/9/2020).

Agus menyebut pihaknya akan menunggu pemberitahuan resmi dari PN Medan soal gugatan tersebut. Setelah diterima, pihaknya akan mempelajari isi tuntutannya seperti apa.

"Namun, kita tunggu dululah pemberitahuan resminya dari pengadilan supaya bisa kami pelajari materi dan tuntutannya seperti apa," ujar Agussyah.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam beberapa organisasi kemasyarakatan menggugat KPU-Bawaslu ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Mereka menuntut agar Pilkada Kota Medan ditunda.

"Apa yang kita lakukan hari ini menggugat KPU dan Bawaslu Kota Medan dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Medan. Ini adalah langkah lanjutan dari sejak 3 bulan yang lalu Pokja GNPF-U Sumut sudah memperhatikan dengan baik bahwa Pilkada kali ini adalah Pilkada horor," kata Ketua Pokja Pilkada GNPF-Ulama Sumut selaku salah satu penggugat, Tumpal Panggabean, kepada wartawan, Rabu (16/9).

Tumpal menjelaskan Medan merupakan zona merah COVID-19. Dia mengatakan penyebaran virus Corona terus meningkat hari demi hari.

"Lalu di situasi seperti ini, ada lembaga KPU dan Bawaslu dan stakeholder lainnya sedang melakukan tahapan pilkada, tentu ini sangat membahayakan bagi rakyat Kota Medan khususnya. Di sisi lain pemerintah melakukan kampanye agar melakukan protokoler, tapi di sisi lain ada stakeholder, pemerintah maupun KPU, Bawaslu melakukan upaya-upaya yang sistematis mengundang kerumunan. Yang sistematis membuka ruang yang semakin banyak berinteraksi," sebut Tumpal.

(haf/haf)